Showing posts with label Parenting & Family. Show all posts
Showing posts with label Parenting & Family. Show all posts

Wednesday, December 2, 2020

Perawatan Bareng di Rumah, Cara Asyik Merawat Tubuh di Rumah Saja

Bismillahirrahmanirrahim.

 

Pandemi yang sudah belangsung selama kurang lebih 8 bulan, mau nggak mau membuat cara hidup kita berubah. Kami sekeluarga, yang dulu sering menghabiskan waktu di luar rumah, jadi lebih sering di rumah. Termasuk anak-anak yang biasanya bersekolah mulai pagi sampai sore.

 

Sebagai ibu, aku merasa senang dengan keberadaan anak-anak di rumah. Ya, ketika mereka banyak menghabiskan waktu di rumah, aku jadi lebih bisa memantau kegaiatan mereka. Namun demikian, nggak selalu segalanya berjalan mulus. Kadang-kadang, bosan melanda kami semua. Ruang gerak yang terbatas membuat variasi kegiatan yang dilakukan terkadang hanya itu-itu saja. Kami juga membatasi diri untuk melakukan kegiatan refreshing seperti melakukan perawatan di salon, traveling, dan semacamnya.

 

Kebetulan anak-anakku berusia remaja. Mereka sedang suka mencoba berbagai jenis produk perawatan tubuh. Aku senang sekali ketika berhasil menemukan produk perawatan tubuh yang merek suka. Mereknya Scarlett Whitening. Belinya mudah kok, bisa order online.

 

Beberapa varian produk Scarlett Whitening

Monday, June 4, 2018

Menjadi Orangtua Zaman Now

Menjadi ibu dari tiga orang anak (yang ketiganya perempuan) membuat saya ekstra hati-hati. Tiga anak, tiga karakter yang berbeda, sehingga pendekatannya pun tak sama. Khusus untuk Kakak, demikian saya menyebut putri sulung saya yang beranjak remaja,  belakangan saya sering merasa kehabisan kata untuk mendekatinya. 

Menengok kembali ke belakang, ketika saya seusianya, situasi sekarang jelas berbeda. Generasi milenial seperti Kakak dan teman-temannya, akrab sekali dengan internet. Bandingkan dengan masa remaja saya, jangankan internet, ponsel pun jarang yang punya. Jika dulu, waktu saya bersama teman dihabiskan dengan banyak ngobrol face-to-face, tanpa teralihkan oleh gawai yang dipegang. Sekarang? Jangankan dengan temannya, bicara dengan ortunya saja pun sambil nunduk pegang ponsel.

Sebagai ibu dari generasi milenial, saya berpikir tidak bisa mengadaptasi sepenuhnya pola pengasuhan dari kedua orangtua saya di masa remaja saya. Tak heran jika sekitar 2 tahun belakangan, saya sering melakukan trial and error. Menjadi orangtua tak ada sekolahnya. Yang bisa saya lakukan adalah banyak bertanya pada teman-teman yang memiliki anak yang sudah melalui tahap pra remaja. Dari situlah saya mendapat banyak masukan. Saya juga mencari banyak referensi bacaan. Dua artikel yang menarik di antaranya tentang memahami remaja dan tentang lingkungan yang menyenangkan di rumah yang saya temukan di web Sahabat Keluarga Kemdikbud.

Tuesday, March 6, 2018

[Mom and Teen's Talk] Tentang Menonton Film

Bismillahirohmanirrohim.



"Aku pingin nonton film itu."
"Kenapa? Itu kan 13 tahun ke atas."
"Ya, kan aku udah baca bukunya. Aku pingin lihat, sama nggak filmnya dengan yang di buku. Bunda temani, ya."

Sebelum masuk pada judul di atas, saya ingin jelaskan bahwa sub tema Mom and Teen's Talk ini berkisah tentang segala sesuatu yang saya dan Kakak (putri sulung saya) perbincangkan. Sengaja saya tuliskan di sini untuk pengingat diri saya sendiri. Bukan untuk mengajari. Bukan karena saya merasa yang paling benar. Saya yakin setiap ibu punya pertimbangan masing-masing untuk menerapkan pola asuh yang sesuai dengan karakter anaknya. Jadi, apapun yang saya ceritakan di sini, jangan semata-mata diambil karena belum tentu cocok dengan kondisi keluarga lain. Silakan ambil yang baik-baik saja, karena sebagai ibu, saya masih harus terus belajar.

Monday, July 25, 2016

Bersahabat dengan Anak, Bisakah?


Tahun ini sulung saya usianya 11 tahun, sudah pre-teen. Tahu sendirilah ya gimana rasanya ngadepin pre-teen alias ABG? Nah, belakangan saya harus stok ekstra sabar untuk itu. Salah ngomong, marah. Dikasih tahu, protes. Diem saja, kok rasanya gatel pingin nasihati. Jadi ya begitulah, serba salah. Pasti emak-emak yang udah ngelewatin fase ini tahu rasanya. Sepertinya saya harus banyak belajar dari para senior *sungkem.

Anyway, setelah saya stalking beberapa akun emak-emak yang punya anak sepantaran anak sulung saya, ada beberapa poin penting yang saya catat (dan insya Allah dipraktikkan juga, dong).

Friday, February 26, 2016

Mari Makan Buah!

Sebenarnya sudah dari tahun kemarin kami sekeluarga mencoba memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Untuk buah, anak-anak sudah mulai terbiasa makan sehari-hari. Sedikit-sedikit bahkan mereka mulai makan buah di pagi hari, mengganti menu sarapan berat yang biasa mereka makan. Sebenarnya sih, yang ini karena terpaksa hehe. Sejak ART resign, saya berusaha menyederhanakan hidup, termasuk menyederhanakan tugas-tugas harian saya. Kalau bisa makan pagi tanpa masak, kenapa nggak? Jadilah saya rayu anak-anak makan buah di pagi hari. Hitung-hitung latihan food combining. Belum sempurna sih. Kadang-kadang, habis makan buah masih laper, ya saya biarin mereka makan sereal atau bikin omelet. Makan siang dan malem pun masih suka-suka. Gak papalah, bertahap ini ya.

Tuesday, February 16, 2016

5 Rules di Rumah Kami

Sebagai ibu, saya tergolong tegas dan disiplin. Nggak heran kalau di rumah kami, ada rules atau aturan yang harus dipatuhi. Kami membuat kesepatan itu untuk membiasakan anak-anak. Awalnya, tentu saja sulit. Kami harus konsisten dengan aturan tersebut. Kalau lengah sedikit saja, anak-anak akan kembali pada kebiasaan lama. Namanya anak-anak, ada saja alasan mereka untuk menghindar dari aturan tersebut. Oleh karenanya, saya dan suami berusaha tidak mudah terbujuk rayuan dan nego mereka. 



Saya yakin, setiap rumah pasti punya rules masing-masing. Demikian juga dengan kami. Bisa jadi, aturan di rumah kami berbeda dengan aturan di rumah teman anak-anak. Hal ini, kadang-kadang menimbulkan pertanyaan mereka. Mengapa di rumah si A boleh tidur jam berapapun, sedangkan di rumah kami tidak? Mengapa di rumah si B boleh main gadget kapan saja, sedangkan di rumah kami tidak? Dan seterusnya. Saya bilang pada anak-anak, bahwa selama mereka tinggal di rumah bersama kami, orangtuanya, aturan yang berlaku ya aturan di rumah kami. 

Monday, February 15, 2016

Belajar Menghargai Pilihan Anak

Sebagai seorang ibu dari tiga putri, saya sering dihadapkan pada pilihan sulit saat memilih baju untuk anak-anak. Tahu sendiri kan, baju anak perempuan jenisnya banyak, dan lucu-lucu pula. Karena itu, ketika membeli baju, saya sering kesulitan memilih. Mau yang merah atau yang pink? Mau gaun atau setelan celana panjang dan kaus? Mau yang berenda atau tidak? Pinginnya dibeli semua, tapi kan nggak mungkin. Budget untuk membeli baju terbatas kan, ya.

Thursday, February 4, 2016

[Resep] Chicken Noodles

Sebelum membaca resepnya, saya beritahukan bahwa postingan ini murni untuk dokumentasi saja. Bukan karena saya mau pindah niche jadi food blogger. Sama sekali bukan. Saya cukup tahu diri kemampuan memasak saya jauuuh dari jago. Jadi mohon dimaklumi kalau masakan yang saya posting sangat-sangat sederhana. Yang penting buat saya, masakan saya bisa dinikmati sekeluarga.

Kalau soal makan, nah saya suka banget hihi. Hampir semua makanan saya suka. Ditambah dengan anak-anak dan suami yang nggak rewel soal makanan, ini bikin saya nggak repot masak. Mereka ikhlas makan masakan saya. Bahkan berterima kasih dengan tulus. Alhamdulillah.

Saturday, January 23, 2016

[DIY] Baju Balet Warna-Warni

Nggak sengaja pas nengok album lama di FB lihat foto prakarya buatan anak-anak beberapa tahun lalu. Ya, waktu itu si kembar masih berusia 3 tahun. Kebetulan mereka senang main cat. Saking senengnya main cat, pernah suatu kali, saya kaget melihat muka dan kaus mereka belepotan cat hahaha. Ternyata mereka berdua saling menggambar wajah pakai cat! 

Monday, December 28, 2015

[DIY] Membuat Pom-pom Kertas

Kebetulan ketiga putri saya suka sekali membuat prakarya. Sampai-sampai, di rumah, saya punya sekotak besar berisi harta karun mereka. Yang saya namakan harta karun adalah segala pernak-pernik untuk membuat prakarya, mulai dari kertas, flanel, benang, pita, lem, manik-manik, dan sebagainya. Sekarang bahkan kotaknya sudah bertambah, ada di kamar Kakak, si sulung. Ya, sejak dia keranjingan merajut, dia punya kotak harta karun sendiri di kamarnya.

Monday, December 21, 2015

5 Ide Kegiatan iburan untuk Anak-anak

Menjelang liburan, saya biasanya sudah menyiapkan kegiatan untuk anak-anak. Tidak selalu berupa pergi ke suatu tempat (yang mana budget liburan ini bisa jadi membengkak kalau dipakai untuk full travelling selama liburan). Namun juga bisa berupa kegiatan kreatif dan edukatif untuk anak-anak.  Alasan saya merencanakan liburan supaya anak-anak punya kegiatan yang berarti. Jujur saja, saya tidak suka melihat mereka memegang gadget seharian atau menonton televisi terus. Ini biasanya terjadi jika tidak punya rencana liburan.

Tuesday, December 15, 2015

Lima Ketrampilan Dasar yang Penting untuk Anak

Bagi saya, mengajarakan kemandirian pada anak itu penting banget. Salah satu usaha saya untuk membantu anak-anak mandiri adalah dengan membiasakan mereka mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga dan kebutuhan mereka sendiri. Ketika ART saya resign , saya tegaskan pada anak-anak untuk belajar mengurus diri sendiri, syukur-syukur bisa membantu saya menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Saya katakan bahwa membekali diri dengan ketrampilan dasar seperti ini kelak pasti akan ada gunanya.

Sunday, December 13, 2015

Belajar Home Education dari Mak Irul

Diam-diam, saya suka memerhatikan beberapa blog yang rajin posting topik parenting. Salah satu blog yang saya singgahi adalah blog milik Mak Irul, demikian saya biasa menyapanya. Catatan Emak, judul blognya merupakan catatan keseharian Mak Irul bersama keenam anaknya. Enam? Iya, benar. Kebayang kan, gimana sibuknya dia? Saya saja yang punya anak tiga, sering pontang-panting mengatur waktu. Eh, tapi, hebatnya, Mak Irul sempet lho bikin kurikulum home education untuk keenam anaknya.

Monday, October 19, 2015

Buku-buku "Teman" Mendongeng Terbaik Versi Saya

Seperti yang saya bilang di postingan sebelumnya [Mewariskan Kebiasaan Baik Melalui Mendongeng dan Tips Mendongeng Ala Saya], saya masih belajar banyak untuk mendongeng. Oleh karenanya, saya sering menggunakan buku sebagai "teman" saya untuk mendongeng. Lama kelamaan, saya punya beberapa buku favorit yang sering saya pakai, baik saat mendongeng untuk ketiga putri saya, maupun mendongeng untuk murid-murid saya. Tidak selalu buku-buku itu adalah buku hasil karya saya. Tetapi juga buku-buku hasil karya teman-teman penulis. Saya mengelompokkan buku-buku sebagai "teman" mendongeng tersebut ke menurut tema ceritanya. Tentu saja, postingan ini sangat subyektif ya. Karenanya, saya beri judul dengan catatan "versi saya". 

Monday, October 13, 2014

[Moms Guide Indonesia] A Day Without TV


Artikel ini pernah dimuat di web Moms Guide Indonesia tahun 2013 lalu.

Cemas karena anak-anak terlalu lama menonton televisi? Seperti yang sering digaungkan oleh para ahli parenting dan psikolog, orang tua sebaiknya tidak menjadikan televisi sebagai teman bagi anak-anak. Pasalnya, selain banyak tayangan yang kurang mendidik, televisi juga membuat anak-anak diam, tidak bergerak aktif. Dampak negatif televisi lainnya adalah membatasi konsentrasi anak, membuat anak tidak kreatif, dan meningkatkan kekerasan karena anak-anak cenderung mengikuti yang mereka lihat (dari booklet “Batasi TV dan Nikmati Hidup”, Yayasan Kita dan Buah Hati).

itu, yuk kita revisi pola pengasuhan kita. Cobalah menikmati hari tanpa televisi. Berikut tips untuk menikmati hari tanpa televisi. Try it, Moms!

Monday, March 26, 2012

Panduan Super Lengkap Hamil Sehat

Copas dari blog lama :)

Alhamdulillah,
Satu kabar gembira nyangkut bulan ini. :) Buku Panduan Super Lengkap Hamil Sehat yang saya susun bersama ayahanda tercinta akhirnya terbit juga.

Perjalanan naskah buku ini sangat panjang. Saya mulai menulis buku ini saat saya hamil si kembar, pertengahan tahun 2008. Proses menulis selesai ketika saya akan melahirkan di akhir tahun 2009. Setelah si kembar berusia 8 bulan, penerbit mulai mengumpulkan foto-foto untuk buku ini, termasuk memotret Kiera-Kiara (jadi di dalam buku ini ada foto mereka. Yay!). Setelah itu masih membuat VCD yang berisi senam hamil, senam nifas, senam Kegel, pijat bayi dan lain-lain. Khusus untuk itu, video dibuat di Semarang, diarahkan sendiri oleh Bapak dan saya.