Monday, June 4, 2018

Menjadi Orangtua Zaman Now

Menjadi ibu dari tiga orang anak (yang ketiganya perempuan) membuat saya ekstra hati-hati. Tiga anak, tiga karakter yang berbeda, sehingga pendekatannya pun tak sama. Khusus untuk Kakak, demikian saya menyebut putri sulung saya yang beranjak remaja,  belakangan saya sering merasa kehabisan kata untuk mendekatinya. 

Menengok kembali ke belakang, ketika saya seusianya, situasi sekarang jelas berbeda. Generasi milenial seperti Kakak dan teman-temannya, akrab sekali dengan internet. Bandingkan dengan masa remaja saya, jangankan internet, ponsel pun jarang yang punya. Jika dulu, waktu saya bersama teman dihabiskan dengan banyak ngobrol face-to-face, tanpa teralihkan oleh gawai yang dipegang. Sekarang? Jangankan dengan temannya, bicara dengan ortunya saja pun sambil nunduk pegang ponsel.

Sebagai ibu dari generasi milenial, saya berpikir tidak bisa mengadaptasi sepenuhnya pola pengasuhan dari kedua orangtua saya di masa remaja saya. Tak heran jika sekitar 2 tahun belakangan, saya sering melakukan trial and error. Menjadi orangtua tak ada sekolahnya. Yang bisa saya lakukan adalah banyak bertanya pada teman-teman yang memiliki anak yang sudah melalui tahap pra remaja. Dari situlah saya mendapat banyak masukan. Saya juga mencari banyak referensi bacaan. Dua artikel yang menarik di antaranya tentang memahami remaja dan tentang lingkungan yang menyenangkan di rumah yang saya temukan di web Sahabat Keluarga Kemdikbud.

Friday, April 27, 2018

4 Tempat yang Wajib Disinggahi di Nami Island

Bismillahirohmanirrohim.

Assalamu 'alaikum, teman-teman. 

Annyeong haseo! Masih tentang Korea. Kali ini saya ingin berbagi cerita pengalaman berkunjung ke Nami Island. Yakin deh, teman-teman yang suka nonton drakor pasti tahu pulau ini. Iya, Nami dikenal sebagai tempat syuting Winter Sonata (kebetulan saya bukan penggemar drakor, jadi hanya tahu cerita sekilas saja, belum pernah nonton filmnya hehe). Sejak awal sebelum berangkat, kebetulan saya sudah mencari tahu istimewanya Nami Island ini. Dan saya terpesona dengan foto-foto indah Nami di setiap musim yang cantiknya selalu berbeda. Nggak heran jika kunjungan ke Nami menjadi sesuatu yang saya nantikan.

Dari hasil googling, saya menemukan asal usul Nami. Nama Nami diambil dari nama seorang Jenderal yang dimakamkan di pulau tersebut. Lokasi Nami berada di kawasan bendungan Cheongpyeong. Untuk menuju ke pulau yang berbentuk setengah lingkaran ini, ada dua cara, yaitu pakai kapal ferry atau skyline. Perjalanan menuju Nami naik ferry hanya sekitar 10 menit.

Sebelum memasuki Nami, pengunjung harus menunjukkan "visa" dan memasuki gerbang imigrasi, seolah masuk ke negara lain. Dan memang, suasana Nami yang rindang terlihat berbeda. Jauh dari keramaian kota dan syahdu. Kebetulan saya datang menjelang musim semi, sehingga pohon-pohon sudah mulai berdaun. 

Saturday, April 14, 2018

Belanja Skin Care dan Kosmetik di Korea

Bismillahirohmanirrohim.

Hai, teman-teman. Mungkin sudah pada tahu ya, Korea terkenal dengan produk skin care dan kosmetiknya. Kebetulan beberapa waktu lalu atas izin Allah, saya berkesempatan pergi ke Seoul. Hal pertama yang saya lakukan ketika tahu akan berangkat bukannya nonton drakor melainkan mencari tahu produk skin care dan kosmetik yang ngetop hahaha.

Singkat cerita, sampailah saya di Myeongdong. Myeongdong merupakan kawasan pusat belanja yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke Seoul. Disitu, banyak toko-toko skin care dan kosmetik, jajanan, dan toko pakaian mulai dari yang harganya murmer sampai mahal. Sebut saja segala macam produk skin care dan kosmetik yang ngetop seperti Nature Republic, Etude, Saem, Holika Holika, Lush, Missha, Laniege dan masih banyak lagi yang lain, semuanya bisa kita temukan di sana. Kalau mau belanja pakaian, ada Uniqlo beberapa tingkat yang bisa memuaskan hasrat belanja kita.

Friday, March 23, 2018

5 Tempat Menarik di Melbourne

Bismillahirohmanirrohim.

Hai! Berdasarkan hasil polling di akun IG saya, maka saya putuskan untuk menuliskan tentang Melbourne dulu. Salah satu alasan kenapa saya tertarik datang ke sini adalah, dulu pernah bercita-cita sekolah di Melbourne dan nggak kesampaian hehehe. Ya nggak papalah, mungkin sudah jalannya, Allah menggariskan saya untuk tidak sekolah di sana, tapi jalan-jalan saja.

Seperti apa Melbourne itu? Ada beberapa hal yang saya catat dalam hati dalam perjalanan. Pertama, Melbourne cenderung lebih dingin dan berangin dibanding Sydney. Sebenarnya, waktu kami datang, sudah mulai masuk musim panas. Tapi begitu turun dari pesawat, anginnya masya Allah ... bikin kami buru-buru merapatkan jaket.

Kedua, Melbourne tampak tenang, tidak sesibuk Sydney. Kalau kata teman saya, Melbourne lebih artistik. Yang mana, di sana saya lihat banyak bangunan-bangunan yang cantik. Trotoarnya nyaman untuk pejalan kaki. Bahkan saya lihat ada sekumpulan orang tua yang yoga di trotoar.

Friday, March 9, 2018

4 Tempat Wisata Instagramable di Bekasi

Dewasa ini, banyak orang sengaja menghabiskan waktu untuk mencari tempat wisata yang seru. Tujuannya, bukan hanya sekadar jalan-jalan atau melepas penat, melainkan juga untuk swafoto. Tak heran bila banyak orang kerap membagikan foto-foto miliknya melalui Instagram.


Sumber: deasikumbang.com

Nah, salah satu kota yang memiliki spot asyik untuk pengambilan gambar adalah Bekasi. Meski didominasi kawasan industri, tetapi banyak tempat menarik yang populer di kalangan anak muda zaman sekarang. Adapun tempat wisata instagramable di Bekasi, antara lain:

Tuesday, March 6, 2018

Itinerary Aussie (6N/7D)

Bismillahirohmanirrohim.

Aussie adalah negara yang saya impikan sejak lama. Sekitar 20 tahun lalu, saya sudah hampir berangkat ke Aussie untuk homestay. Tapi di saat-saat terakhir, rencana itu gagal. Sejak itu, saya makin rajin menyebut Aussie dalam doa-doa saya. Siapa sangka, pertengah Februari lalu, doa saya terkabul. Senang? Tentu saja. Entah bagaimana caranya, Allah selalu mengirimkan keajaiban-keajaiban dalam setiap rencananya. Begitupun kali ini. Di saat yang mepet, ternyata dapat tiket promo. Nggak hanya itu, tempat menginap pun dapat harga miring. Alhamdulillah, sangat-sangat menghemat.


[Mom and Teen's Talk] Tentang Menonton Film

Bismillahirohmanirrohim.



"Aku pingin nonton film itu."
"Kenapa? Itu kan 13 tahun ke atas."
"Ya, kan aku udah baca bukunya. Aku pingin lihat, sama nggak filmnya dengan yang di buku. Bunda temani, ya."

Sebelum masuk pada judul di atas, saya ingin jelaskan bahwa sub tema Mom and Teen's Talk ini berkisah tentang segala sesuatu yang saya dan Kakak (putri sulung saya) perbincangkan. Sengaja saya tuliskan di sini untuk pengingat diri saya sendiri. Bukan untuk mengajari. Bukan karena saya merasa yang paling benar. Saya yakin setiap ibu punya pertimbangan masing-masing untuk menerapkan pola asuh yang sesuai dengan karakter anaknya. Jadi, apapun yang saya ceritakan di sini, jangan semata-mata diambil karena belum tentu cocok dengan kondisi keluarga lain. Silakan ambil yang baik-baik saja, karena sebagai ibu, saya masih harus terus belajar.

Monday, January 29, 2018

[Eropa] Gerimis di Praha

Bismillahirohmanirrohim.

Tiba-tiba teringat kenangan beberapa waktu lalu saat diberi rizki oleh-Nya untuk berjalan-jalan ke Praha. Awalnya, kota ini tidak ada dalam rencana. Tetapi, mendekati hari H keberangkatan kami sekeluarga ke Jerman, adik saya mengabarkan bahwa dia mesti menghadiri sebuah konferensi di Praha di saat kami tiba di sana. Mumpung dia di sana, kami ikut juga.

Kota Praha, menarik perhatian saya ketika tak sengaja membuka tayangan cuplikan film berjudul Surat dari Praha. Kotanya yang indah, dengan ciri khas bangunan tua Eropa. Semakin mendekati hari keberangkatan, semakin saya tak sabar melihat Praha dengan mata kepala saya sendiri. Saya selalu suka melihat tempat yang baru.

Perjalanan kami sekeluarga ke Praha berawal dari Linz. Kami naik kereta ke Praha. Tiba di sana, kami disambut gerimis. Untungnya, anak-anak masih bersemangat berjalan kaki. Kami menunggu trem di halte dan naik trem dari stasiun, menuju penginapan. Sengaja, kami menyewa apartemen dengan tiga kamar, mengingat kami seluruhnya 11 orang. Suasana kota saat itu, tak terlalu ramai, seperti yang telah kami lihat di kota-kota lain sebelumnya. Bedanya, Praha lebih menyerupai kota yang tua, tidak tampak sibuk seperti kota modern.

Wednesday, January 17, 2018

Ketika Kamu Belajar Mempercayai-Nya

Kamu, yang pernah terluka hatinya sesuatu.
Saat itu mungkin kamu lupa, Allah bukan mengambil milikmu.
Karena Allah hanya meminjamkannya untukmu.
Memintamu menjaganya, hingga suatu waktu.

Kamu, yang pernah menangis di antara doa-doamu.
Merasa dunia tak adil di saat sudah berusaha melakukan usaha terbaikmu.
Allah hanya ingin menguatkanmu.
Allah ingin kamu mendekat, karena Dia rindu.