Thursday, January 12, 2012

(Sharing) Mau Jadi Penulis, Ya Nulis!

Saya tidak ingat persis awal mula cita-cita menjadi penulis muncul di benak saya. Yang saya ingat, waktu kecil ketika teman-teman saya ditanya, “Kalau besar nanti mau jadi apa?” dan mereka menjawab, “ Jadi dokter, guru, insinyur… dan sebagainya,” jawaban saya adalah, “Jadi penulis!”

Mungkin jawaban itu muncul karena saya kesengsem berat dengan karya-karya Enid Blyton yang sering saya baca. Ketika usia saya enam tahun, saya mulai bermain mesin ketik. Sok ngetik. Gaya banget deh pokoknya hahaha… Saya rajin mengirimkan karya hingga awal SMP. Sayangnya tak satu pun karya saya dimuat di majalah. Akhirnya saya lelah. Mulai dari SMP hingga kuliah, saya hanya aktif menulis diary.

Ketika kuliah saya bergabung dengan majalah kampus. Di situlah saya mulai menulis lagi. Lepas dari masa kuliah, menulis hanya saya lakukan sesekali. Hingga ketika saya melahirkan anak pertama. Saya mulai menemukan asyiknya menulis. Saya rajin mengirimkan karya ke berbagai majalah.

Tahun 2007, ketika karya pertama saya dimuat, senangnya bukan main. Saya mulai punya target mengirimkan tulisan setiap minggu. Tahun berikutnya, saya mulai ingin punya buku. Di tahun tersebut buku-buku antologi saya terbit. Tahun berikutnya, saya punya target lebih tinggi. Saya ingin punya buku solo. Syukurlah dengan tekad kuat keinginan itu tercapai. Di tahun-tahun berikutnya, saya mulai berani uji nyali, ikut lomba-lomba menulis. Kadang-kadang masuk ke jajaran pemenang, tapi sering kali kalah. Nggak apa, bagi saya, yang penting saya berani mencoba. Kalau nggak coba, mana saya tahu saya bisa atau nggak? Ya kan?

Demikian setiap tahun. Selalu ada target-target yang saya buat. Setiap kali saya punya keinginan menulis, saya akan share paling tidak dengan teman saya. Bukan untuk pamer, melainkan agar mereka mau mengingatkan saya ketika saya putus asa, sedih, malas karena naskah saya ditolak penerbit. :) Ya, jangan dikira jalan saya di bidang kepenulisan mulus seperti jalan tol. Saya juga sempat jatuh, menangis, mogok menulis beberapa saat, namun akhirnya bangkit juga.

Sampai sekarang saya masih simpan surat-surat penolakan dari beberapa media. Dan saya bersyukur nggak mati semangat karena surat-surat itu. Bahkan saya menjadikan mereka, orang-orang yang mengembalikan karya saya, sebagai teman ngobrol. Dari sanalah saya tahu, kekurangan naskah saya.

Ke mana arah pembicaraan saya ini? Sebenarnya, saya ingin berbagi pada teman-teman yang ingin mulai menjadi penulis. Coba deh, baca tips ini:
  1. Mau jadi penulis kuncinya hanya satu. Nulis… nulis… nulis. Jangan biarkan alasan apa pun menghalangimu untuk menulis.
“Aduh, aku nggak punya waktu nulis, sudah ngurus anak dan rumah seharian, malamnya sudah ngantuk.”
“Aku nggak punya ide, mau nulis apa ya?”
“Aku nggak punya komputer…. Mau ngetik pakai apa?”
Sudahlah, kalau masih ada alasan-alasan itu, maaf lupakan saja impian jadi penulis. Bagi saya, jika masih ada alasan-alasan itu, artinya belum ada niat yang kuat. Siasati dengan cerdas. Dirimulah yang tahu caranya.
  1. Bergabung di komunitas menulis. Percayalah, semakin banyak orang-orang di sekitar teman-teman yang mendukung, kamu akan lebih semangat menulis. Sekarang, komunitas menulis bertaburan. Buka mata dan buka telinga lebar-lebar agar bisa menimba banyak ilmu.
  2. Share cita-cita pada orang-orang terdekat. Misalnya, tahun ini punya target mengirimkan minimal satu tulisan setiap minggu, katakan pada mereka. Yakin deh kalau mereka teman-teman yang care padamu, mereka akan selalu mengingatkan agar kita fokus pada target itu.
  3. Belajar terus. Meski tulisanmu sudah berhasil dimuat di suatu majalah misalnya, jangan lantas berpuas diri. Belajarlah terus. Ikut workshop, bertanya, mencermati banyak buku, dan sebagainya.
  4. Jangan menyerah! Naskah dikembalikan, tidak dimuat, tidak berhasil menuntaskan tulisan merupakan beberapa masalah yang sering terjadi. Kecewa? Pasti. Tapi jangan berlama-lama kecewa, karena kecewa saja takkan menghasilkan sesuatu. Bangkitlah lagi sampai berhasil. 
Hanya segitu saja? Eh, meski kelihatannya “hanya segitu” nggak mudah lho menjalaninya. Coba deh buktikan. Saya kutip kata-kata saya kemarin ya, sepertinya cocok untuk membangkitkan semangat kita.


Foto: Waktu menerima hadiah juara ketiga Writing Contest Parents Guide

"Hanya dirimu yang tahu impian terbesarmu. Kalau kamu pun meragukan mimpimu, akankah orang lain percaya kamu bisa mewujudkannya? Tak ada yang salah dengan impian itu, selama kamu yakin pada dirimu sendiri. Berusahalah dan berdoa."

Selamat berjuang!

Monday, January 9, 2012

Selamat! Inilah Para Peserta Training Penulisan "Write Your Diary"!

Asyiknya membaca curhat para calon peserta training penulisan ala chicken soup "Write Your Diary"! Kisahnya seru-seru, ada yang lucu, dan mengharukan juga. Panitia sampai bingung nih, milihnya. 

          Setelah melalui diskusi panjang dan berbungkus-bungkus camilan (ehm!), panitia sepakat memilih nama-nama berikut sebagai peserta:

1.  Athena Deko
2.  Eka Situmorang
3.  Hidayah Sulistiyowati
4.  Iffa Marzuki
5.  Lilik Suryani
6.  Ana Rosasi
7.  Putri Anggun
8.  Retno Kristiani
9.  Santi Maharani
10.Sukimah Yono
11.Taro Cheemoetss
12.Wiwin Winarti

          Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat. Tidak ada surat-menyurat atau curhatan susulan seputar keputusan ini, ya.

         Kepada para peserta yang terpilih, mohon mengirimkan e-mail balik (konfirmasi) ke panitia, sekaligus meng-add semua akun Facebook panitia: Dyah P. RinniFitria Chakrawati,Haya Aliya Zaki, dan Wylvera Windayana. Jadwal komplet training akan diberitahukan secepatnya. 

          Terima kasih ya, Teman-teman sudah mengirimkan curhatannya ke redaksi kami. Yang belum terpilih, semoga tidak kecewa. Insya Allah kami akan menggelar training penulisan yang lain. 

          Ayo tetap menulis!


          Salam hangat,


   Panitia "Write Your Diary"

Tuesday, January 3, 2012

WRITE YOUR DIARY

Teman-teman, kalian semua pastinya suka curhat, kan?
Suka gosip? Atau, menulis diari?
... Daripada curhat tak jelas atau gosip tak penting, lebih baik semua kisah atau pengalaman hidup kalian dituangkan ke dalam tulisan. Yang sudah biasa menulis diari, ayo, siapa tahu tulisanmu bisa "disulap" menjadi buku yang dibaca semua orang.

Training penulisan "Write Your Diary" sedang mencari maksimal 10 orang peserta untuk mengikuti training menulis ala chicken soup for the soul secara online. Gratis selama 1 bulan!
Write Your Diary adalah training penulisan yang ditujukan untuk penulis pemula, perempuan remaja, dan dewasa yang ingin menyampaikan pengalaman hidup mereka melalui tulisan.

Bersama para trainer cantik dan berpengalaman:
Dyah P. Rinni; penulis buku dan editor lepas
Fita Chakra; penulis buku parenting dan cerita anak
Haya Aliya Zaki; penulis buku kisah inspiratif dan editor lepas
Wylvera Windayana; penulis buku kisah inspiratif dan cerita anak

Tapi... ada syaratnya, ya. Calon peserta diseleksi dulu.
Silakan tulis curhatan terbaik kamu di kertas A4, cukup 1 hal saja. Yang memenuhi kriteria, akan dipilih menjadi peserta. Kirim ke email: wylvera.w@gmail.com dengan subjek "Curhat Online"
Mudah, kan? Segera tulis curhatan terbaikmu. Ditunggu hingga tanggal 5 Januari 2012.
Yang lolos seleksi akan segera bergabung di grup rahasia "Training Online Gratis" tanggal 9 Januari 2012.
Oya, training untuk pemula ya, diutamakan bagi yang belum pernah memiliki buku :) Yang lainnya, sabar dulu, nanti ada gilirannya. :)

Monday, January 2, 2012

Workshop Writer for Trainers

Bertahun-tahun menulis, beberapa kali datang tawaran untuk memberikan training. Saya pun memberanikan diri untuk memberikan pelatihan atau sharing kecil-kecilan. Ketika mbak Indah Juli mengumumkan akan mengadakan Workshop Writer for Trainers yang diprakarsai oleh Benny Rhamdani, saya langsung tunjuk jari. :) Kapan lagi kesempatan ini datang? Ya kan?

Inilah kesempatan untuk meng-update ilmu. Saya sudah pernah ikut kursus public speaking beberapa waktu lalu.Training dan sharing tentang penulisan sudah pernah saya lakoni meski kecil-kecilan. Saya ingin berbagi ilmu menulis pada banyak orang. Saya berharap yang saya sampaikan bermanfaat bagi banyak orang. Dengan demikian saya juga bersemangat untuk terus belajar, karena tentu saja saya tak ingin menyampaikan hal-hal yang itu-itu saja. Bagi saya, berbagi tak pernah rugi. Justru saya mendapatkan banyak teman baru, banyak ilmu baru, dan banyak pengalaman baru dari berbagi. :)

Nah, kalau ada yang ingin mengundang saya, silahkan kontak saya melalui email fitachakra@yahoo.com, atau FB dan twitter saya. :)