Thursday, October 23, 2014

[Review] Cinta Mami untuk Ubii

Apa kondisi Ubii akan membuat cinta Mami berkurang? NO! Apa gangguan pendengaran Ubii akan membuat Mami malu? NO! Apa kondisi kesehatan Ubii akan membuat Mami berandai-andai mempunyai ansk yang 100% sehat? NO!
Ubii lihat, kan? Mami terlalu cinta sama Ubii. Nggak akan ada sesuatu yang bisa mengubah itu.



Kutipan dari buku Letters to Aubrey (halaman 43) yang ditulis oleh Mak Ges, demikian panggilan akrab Grace Melia ini mungkin cukup menggambarkan betapa besar cintanya pada Ubii. Cinta Ges pada Ubii adalah cinta seorang ibu pada anaknya. Tulus dan tak terhingga.

Sejak lahir Ges sudah merasakan ada yang berbeda dari Ubii. Ubii, panggilan sayang Aubrey Naiym Kayacita tidak langsung menangis saat melihat dunia. Ubii juga susah bernapas. Tak hanya itu, suara bising di jantung Ubii menandakan ada sesuatu dalam tubuh Ubii.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Ubii dinyatakan terkena profound hearing loss yang menyebabkan dia tak bereaksi terhadap suara. Penyebabnya adalah Ubii terinfeksi virus rubella semasa dalam kandungan. Oleh karena itu, Ubii mesti menjalani berbagai terapi untuk menstimulasi kemampuannya. Selain terapi, Ges juga aktif membuat permainan agar Ubii tetap aktif.

Ges dan Adit, suaminya mengalami masa sedih dan menyenangkan dalam mengasuh Ubii. Sedih ketika Ges harus menerima perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain ketika melihat kondisi Ubii yang tidak seperti anak-anak seusianya. Seperti yang dikatakannya di halaman 134.

Jadi, ini yang dimaksud Tante Dion, “Sebenarnya, bukan anaknya yang harus dikuatkan, tetapi orangtuanya, terutama ibunya.”
You know what, Ubii? Ternyata melakukan itu semua tak mudah.

Namun ketika pelan-pelan Ubii mulai menunjukkan kemajuan yang berarti, tentu saja Ges merasa sangat senang. Ges mencatat berbagai hal yang bisa dilakukan oleh Ubii, seperti ketika Ubii mulai kuat duduk lebih lama, ketika Ubii tidak rewel diminumi obat, dan ketika Ubii sangat kooperatif menjalani syuting. Bagi Ges, sedikit kemajuan saja membuat dunianya berwarna.

Tak mudah bagi Ges dan Adit untuk melaluinya. Namun, Ubii memberikan banyak pengalaman berharga buat mereka. Berkat Ubii, mereka belajar mandiri. Berkat Ubii mereka belajar bersyukur. Berkat Ubii, mereka menjadi lebih kuat. Tak hanya itu, Ubii pulalah yang membuat Ges berani memulai langkahnya membuat sebuah komunitas bernama Rumah Ramah Rubella. Di dalam komunitas itu, Ges mengajak semua orangtua yang memiliki anak dengan congenital rubella syndrome seperti Ubii, dan juga anak-anak berkebutuhan khusus lainnya untuk saling berbagi.

Membaca buku ini seperti mendengar penuturan dari mulut Ges. Buku yang berasal dari postingan blog yang khusus dibuat untuk menuliskan perkembangan Ubii dari waktu ke waktu ini terasa apa adanya. Ges mengungkapkan semua ekspresinya dalam kalimat yang pas, tidak berlebihan ataupun sebaliknya, kurang ekspresif. Jujur, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya. Ges juga menunjukkan bahwa dia pun hanya manusia biasa yang terkadang merasa bingung dan tak berdaya. Namun, kekuatan Ges adalah dia mau bangkit dan kembali bersemangat demi putri tercintanya.

Salah satu bagian yang menyentuh yaitu pada ending buku ketika Adit, ikut menuliskan perasaannya untuk Ubii. Walaupun tidak selalu bersama Ubii, di dalam surat tersebut terasa sekali betapa cinta Adit pada Ubii sangat besar. Ubii-lah semangat Adit untuk berubah menjadi lebih baik.

Rasanya, buku yang dituturkan dengan apik ini akan lebih menarik jika disertai satu bab khusus berisi tips untuk pembaca. Dengan demikian, pembaca akan tahu bagaimana harus bersikap jika memiliki anak seperti Ubii. Sayangnya pula, di dalam buku ini ada beberapa bagian tulisan yang besar fontnya tidak seragam. Mungkin, ini bisa menjadi perhatian untuk diperbaiki jika kelak buku ini cetak ulang.

Namun, secara keseluruhan, buku ini enak dibaca dan bisa menjadi rekomendasi. Yang tak kalah penting, buku ini menggambarkan cinta Mami untuk Ubii. Tetap semangat ya Ges, Adit dan Ubii!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Review #LetterstoAubrey

Infonya ada di sini