Wednesday, September 4, 2019

Berkolaborasi Mendukung Kegiatan Anak di Bidang Literasi

Bismillahirrahmanirrahim.

“Siapa yang suka baca?”
“Siapa yang ingin menulis buku seperti ini?”
“Siapa yang ingin ikut lomba menulis?”

Sebagai seorang pekerja lepas di bidang literasi, inilah yang sering saya tanyakan pada murid-murid saya. Ya, selama kurun waktu lebih dari 10 tahun, berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan dunia literasi saya lakukan. Mulai dari menulis, mengedit naskah, mendongeng, serta mengajar kelas-kelas menulis. Berkat kegiatan-kegiatan di bidang yang saya sukai ini, saya bertemu banyak orang yang sama-sama berkecimpung di bidang literasi anak. Mulai dari penulis cilik dan keluarganya, pustakawan, sekolah-sekolah yang menjalankan program literasi, dan masih banyak lagi. Dari mereka, saya belajar banyak, bahwa kerjasama antara keluarga, masyarakat dan sekolah, bisa melejitkan potensi anak di bidang literasi, bahkan mendorong mereka berprestasi. 
Menurut World Economic Forum 2015, ada 6 Literasi Dasar yaitu literasi bahasa, literasi numerasi, literasi digital. Literasi finansial, literasi sains serta literasi budaya dan kewargaan. Namun mungkin benar bahwa kunci awal untuk semuanya adalah literasi bahasa. Kita bisa memulainya dari rumah, dengan cara yang sederhana dan sedikit ketelatenan.

Berburu Ramen Halal di Shinjuku Tokyo

Awal Juli lalu, ketika kami pergi sekeluarga, ada dua hal terpenting yang kami pikirkan sebelum berangkat selain tiket yang murah. Pertama adalah penginapan. Kami pergi sekeluarga, tentu saja kami harus cari hotel atau penginapan yang cukup ekonomis. Selain pertimbangan harga, kami juga mencari hotel atau penginapan yang letaknya nggak jauh dari pusat kota. Biar deket kemana-mana sehingga anak-anak nggak capek jalan. Kedua, mencari tahu letak resto makanan halal di sekitar hotel atau penginapan, supaya kalau lapar, nggak cari-cari lagi deh.

Masalah penginapan, kami putuskan sebelum berangkat tentu saja, karena untuk apply visa harus menyebutkan tempat menginap. Hmm… akhirnya kami mencoba-coba mencari-cari hotel di Tokyo yang cocok dengan standar kami. Kebetulan karena pergi dengan adik ipar dan keponakan, bisa berbagi kamar. Web yang menyediakan informasi hotel atau penginapan yang menjadi referensi kami yaitu Pegipegi.

Friday, July 19, 2019

5 Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Kawagoe, Jepang

Bismillahirrahmanirrahim.

Beberapa waktu lalu, kami sekeluarga pergi ke Tokyo untuk berlibur. Salah satu hari, kami habiskan di sebuah kota di luar Tokyo. Namanya Kawagoe. Kota ini merupakan kota tua yang bisa ditempuh dengan perjalanan berkendara sekitar 1,5 jam dari Tokyo. Apa asyiknya kota ini? Buat kamu yang ingin melihat sisi lain dari Jepang selain Tokyo yang ramai, Kawagoe merupakan salah satu pilihannya. Di sini, kamu bisa lihat suasana kota dengan bangunan-bangunan tua dari zaman Edo.

Di kota tua ini ada beberapa kegiatan yang menarik yang bisa dilakukan bersama keluarga. Berikut 5 kegiatan di antaranya:

Mencicipi Street Food
Buat kami yang suka wisata kuliner, mencicipi makanan di tempat yang kami kunjungi merupakan hal wajib. Tentu saja, harus yakin dulu bahwa makanan itu halal. Di sepanjang jalan di Kawasan Kawagoe Old Town berjajar kios-kios makanan yang bisa kalian coba.  Nah, uniknya, bahan baku yang digunakan untuk makanan khas di Kawagoe adalah singkong. Salah satunya adalah Osatsu Chips atau Sweet Potato Chips. Kripik singkong ini rasanya renyah dan garing. Osatsu Chips termasuk makanan yang populer di sini, terbukti makin siang yang antri makin panjang.

Monday, May 13, 2019

Mengurus Visa Jepang di VFS

Bismilahirrahmanirrahim.

Beberapa waktu lalu, aku dan suami mengurus Visa Jepang untuk kami sekeluarga. Sebelumnya, kami sempat bimbang, mau mengurus melalui travel agent atau mengurus sendiri. Yang sudah-sudah, untuk perjalanan ke luar negeri, keduanya pernah kami lakukan. 

Akhirnya kami memutuskan mengurus sendiri melalui VFS, yaitu perantara yang menghubungkan kami sebagai pihak yang akan mengajukan visa, dengan kedutaan. Kenapa melalui VFS? Karena mulai akhir 2017, Kedutaan Jepang di Jakarta tidak lagi menerima pengajuan visa, kecuali untuk beberapa hal khusus.

Untuk mengajukan visa melalui VFS Jepang, yang lokasinya di Lotte Shopping Avenue apa saja yang harus dilakukan?
Foto: Dokumen Pribadi

Tuesday, February 19, 2019

Merancang Petualangan Seru ke Surabaya

Bismillah.
Assalamu ‘alaikum, teman-teman.

Ceritanya, akhir tahun 2018 kemarin, aku dan beberapa teman, geng emak-emak, pergi liburan ke Malang. Kebetulan, anak-anak kami bersekolah di sekolah yang sama, jadi sekalian kami rancang liburannya bukan hanya bersama geng emak-emak, tetapi bersama keluarga masing-masing. Total 4 keluarga, dengan 18 orang peserta. Masya Allah, kebayang kan ramenya. 

Alhamdulillah, liburan bersama tersebut berjalan lancar dan seru. Maka, sebagai emak-emak yang suka traveling, sepulang dari Malang, kami langsung hunting tiket untuk liburan selanjutnya. Benar-benar sigap dan cekatan hahaha. Jadwal liburan pun sudah kami susun berderet. 

Nah, salah satu kota yang masuk dalam daftar kami adalah Surabaya. Kenapa Surabaya? Karena dari kami berempat, hanya 1 orang yang sudah pernah ke sana. Aku sendiri, terakhir pergi ke Surabaya mungkin waktu masih SD. Alasan lainnya karena kebetulan, kami suka tempat-tempat wisata alam. Di Surabaya, beberapa tempat yang kami incar adalah Hutan Bambu Keputih, Ekowisata Mangrove, Pelabuhan Tanjung Perak, Pangkalan Angkatan Laut, dan Museum Jalesveva Jayamahe. Yang lainnya lagi, tentu saja wisata kulinernya yang hmm… yummy!

Baiklah, merancang liburan bersama keluarga lain, nggak selalu mulus karena pasti ada perbedaan pendapat di sana-sini. Demikian juga kami. Namun demikian, kami cukup sepakat untuk beberapa hal, yaitu liburan nyaman buat anak-anak, sesuai anggaran. 

Berdasakan pengalaman itu, boleh ya aku bagi tips supaya jalan-jalan bersama geng emak-emak dan keluarga berjalan lancar? Boleh deh ya (jawab sendiri hahaha). Inilah persiapan kami:

Menentukan tanggal keberangkatan 
Bagian ini susah-susah gampang, karena menyatukan jadwal 4 keluarga itu nggak mudah, Sodara-sodara! Paling susah sih, menentukan jadwal cuti bapak-bapak. Kalau buat anak-anak, jadwalnya bisa kami lhat di kalender akademik.Apalagi mereka bersekolah di sekolah yang sama. 

Cari tiket promo
Poin pertama bisa menjadi lebih mudah ketika kami menemukan tiket promo pada tanggal-tanggal tertentu. Dengan adanya penawaran tiket yang murah, kami bisa langsung menyetujui tanggal tersebut walaupun dengan konsekuensi cuti maupun izin dari sekolah (ups…). Ya, karena buat pergi sekeluarga, butuh dana yang lumayan kan, nggak heran tiket yang murah bisa langsung menyatukan kami hehe. Cuti bapak-bapak ngikut promo tiket.