Tuesday, March 19, 2013

(Review) Marginalia, Bagi Kamu yang Tak Percaya Keajaiban Cinta

Judul                 : Marginalia, Catatan Cinta di Pinggir Hati
Penulis              : Dyah Rinni
Penerbit            : Qanita
Jumlah halaman : 304 halaman

"Alam itu hidup dalam aturannya sendiri, terkadang acak dan jalang. Tidak ada yang romantis ataupun ajaib tentang kehidupan." (Drupadi)

Terus terang, sejak membaca bagian awal novel ini di sini, saya sudah penasaran ingin membacanya. Maka, ketika novel ini dipajang di IBF, saya langsung beli. Sampai di rumah, novel ini selesai saya baca dalam tempo kurang dari tiga jam. Ya, kombinasi cerita yang asyik, cara bertutur yang lincah (dari dua sudut pandang tokoh utama), dan quote-quote keren membuat saya tak perlu waktu lama untuk melahapnya.

Cerita ini berawal dari sebuah kafe bernama Marginalia yang ditemukan oleh Drupadi bersama Chiya, asistennya. Kafe "aneh" menurut Drupadi ini, menyimpan banyak buku dengan catatan di setiap halamannya. Siapa sangka, sebuah buku dari kafe ini, mengantarkannya bertemu Aruna, vokalis Lescar, band rock paling diidolakan.

Serunya, Aruna yang awalnya naik pitam karena Dupadi memberikan catatan "Cengeng!" pada kumpulan puisi Rumi (buku kenangannya bersama Padma), malah jadi penasaran ingin tahu tentang Drupadi. Dia pun mengejar Drupadi dengan berbagai cara, mulai dari menyamar, hingga menemuinya terang-terangan. Sampai Aruna tiba pada suatu titik, dia menyadari cintanya pada Drupadi.

Apakah mereka akhirnya bersatu sebagai sepasang kekasih? Tunggu dulu, rupanya Dyah tidak ingin pembaca langsung melihat mereka happily ever after dengan mudah. Selain perjuangan meyakinkan Drupadi, Aruna juga harus "menyingkirkan" dulu Inez dari kehidupannya. Bagaimana caranya? Berbagai adegan menyedihkan, menegangkan, dan mengharukan pun dilewati mereka.

Puas. Itu yang saya rasakan setelah membaca novel ini. Ada satu hal yang saya petik dari  akin yakin, cerita Aruna-Drupadi ini, kejaiban cinta itu ada meski kita tak memercayainya. Orang bisa saja datang dan pergi dalam kehidupan kita, tapi seperti kata Rumi di cover belakang buku ini, "Kekasih tak begitu saja bertemu di suatu tempat. Mereka sudah mengenal sejak lama."

Anda tidak percaya ada keajaiban cinta? Baca novel ini, mungkin setelahnya, pemikiran Anda berubah. :)

Good job, Dee! Pantas jika novel ini menjadi salah satu pemenang Lomba Menulis Qanita Romance. Can't wait to read your next book.