Wednesday, April 24, 2013

[Travelling Bangkok Day 1] I'm Coming!

Ini memang bukan kali pertama saya pergi ke Bangkok. Hampir dua tahun lalu, usai banjir besar melanda Bangkok, saya dan suami nekat pergi ke Bangkok. Ya iyalah, udah beli tiket promo. Sayang kalau batal gara-gara banjir itu hehe.

Nah, kali ini, saya pergi bersama rombongan penulis, editor dan ilustrator. Total rombongan terdiri dari 7 orang, yaitu saya, Nunik, Ichen, Mbak Erna, Kang Iwok, Kang Odoy dan Mas Benny. Sebelum berangkat sudah kebayang serunya perjalanan ini. Berkali-kali bongkar pasang jadwal perjalanan dan mencari informasi jalur terbaik menuju hotel membuat saya termimpi-mimpi. Saking senangnya, saya mimpi koper saya ketinggalan. Benar-benar nightmare!

Apa sih tujuan kami datang ke sana? Tentu saja yang utama adalah berkunjung ke Bangkok International Book Fair 2013. Selain itu, kami juga sudah akan bertemu dengan perwakilan Minmie Bag Factory, sebuah perusahaan tas Thailand yang lisensi penerbitannya di Indonesia dipegang oleh Mizan. Yah, meski saya belum pernah menulis serial Minmie ini, moga-moga saja saya tetap diajak jalan-jalan ke kantornya. *komat-kamit baca doa. Soalnya, dalam hati kecil saya, tentu saja saya ngarep tas Minmie yang cute itu.

Singkat cerita, Kamis, 4 April 2013 sekitar pukul 12 siang kami tiba di Bandara Svarnabhumi. Langsung deh, dengan noraknya kami foto-foto. Ya iyalah, apalagi kalau bukan untuk menunjukkan pada dunia bahwa kami sudah menginjakkan kaki di Bangkok. Tapi... gimana caranya supaya tetap terhubung di socmed ya? Eksis pakai simcard Indonesia, mahal. 

Menurut hasil googling sebelum berangkat, ada operator lokal yang menyediakan kartu perdana plus paket internet murah. Dan untunglah kami menemukannya dengan mudah. Gimana nggak mudah, antreannya mengular begitu. Sabar... Sabar... Demi eksis di dunia maya, kami pun ikut antre. Saya, Nunik, dan Ichen membeli paket seharga 449 (untuk bb) dari DTAC. Khawatir saat mengaktifkan ketemu huruf-huruf keriting ala Thailand yang tidak dimengerti, kami minta tolong mbak-mbak cantik petugasnya untuk mengaktifkannya.
Dan kami terkaget-kaget saat dijutekin dalam bahasa Thailand! Hadooh, ngomong apa sih, Mbak?
Konter DTAC yang rame banget

Lebih kaget lagi ketika ternyata, si mbak ini cuma mengganti simcard dan menyerahkannya pada kami. Lah, kalau gini doang saya mah bisa, mbak.

"Ngapain tadi kita ikut ngantre?" kata Ichen ikut kesal.

"Tahu, deh," saya malah jadi geli sendiri. Ya ampun, please deh, dijutekin cuma untuk ganti simcard itu gak banget!
Masih bisa ketawa, belum tahu bakal nyeret koper di tangga :D

Oke, lupakan kejadian buruk itu. Kami pun berlanjut menuju Airport Rail Link (ARL). Dengan uang 45 Bath kami menuju Stasiun Phaya Thai. Perjuangan pun dimulai di sini. Koper kami seret-seret naik turun tangga. Emang ga ada eskalator? Itu dia, mungkin kita yang nggak tahu bahwa di sisi lain ada eskalator. Hiks.
Dilarang bawa durian dan balon ke dalam BTS


World Book Capital di BTS Sky Train

Dari Phaya Thai melanjutkan perjalanan menggunakan BTS Skytrain di Stasiun Asok. Ongkosnya 30 Bath. Abis itu pindah MRT ke Stasiun Lumphini dengan ongkos 20 Bath. Kenapa pakai pindah sampai tiga kali? Yah, sebenernya, sebelumnya saya sudah bilang kita bisa turun di Makkasan lalu pindah ke MRT Petchburi ke Lumphini. Jadi nggak perlu pindah berkali-kali. Tapi berhubung temen-temen mau nyobain semua jenis angkutan ya sudahlah... *pasrah, karena satu-satunya orang yang pernah ke Bangkok ini memang disorientasi tempat :p

Yang membingungkan, setelah keluar dari Stasiun Lumphini kita tidak melihat hotel Pinnacle Lumphini yang sudah kita pesan. Beberapa kali kita mondar-mandir tanpa tujuan yang jelas sebelum menyadari kesalahan kita.

"Tanya orang saja."

"Telepon ke hotelnya."

Yailaah, kenapa nggak dari tadi, coba? Sudah kepanasan, kehausan, kelaparan pula huhuhu.

Sampai di hotel, seorang petugas mengatakan kami sudah ditunggu seseorang. Ya pastinya, itu adalah salah seorang perwakilan dari Minmie Bag Factory. Dialah Miss Intira yang sudah menunggu berjam-jam lamanya *lebay. Soalnya, kita sudah janjian bertemu di hotel pukul 13, sementara saat itu sudah hampir pukul 15.

Untungnya, Miss Intira ini super baik. Dia malah meminta kami mandi dan beres-beres dulu sementara dia menunggu di lobby. Setelah kami mandi dan bersiap-siap super kilat, kami pun menemuinya, berharap segera meluncur ke pabrik Minmie. Tapi... berhubung sudah sore, dan jalanan pasti macet, kunjungan ke pabrik Minmie dibatalkan. Yaaah, penonton kecewa.

Setelah pertemuan itu selesai, kami, para cewek cantik dalam rombongan ini diantar Miss Intira menuju Siam Paragon, mall besar yang terkenal seantero Bangkok. Bagaimana dengan para cowok? Karena mobil Miss Intira sangat imut, para cowok pergi ke Siam Paragon naik MRT.

Sampai di Siam Paragon, rasanya sudah mau pingsan saking laparnya. Kami pun memutuskan duduk di Secret Recipe sebelum jalan-jalan. Oya, baru kali ini kami nggak minat foto-foto. Perut lapar membuat foto-foto jadi urutan kesekian dalam pikiran kami. :D

Supaya lebih terasa Thailand-nya, kami memesan Noodle Tom Yam yang yummy. Udangnya gede-gede dan dagingnya seger banget. Puas makan, kami melanjutkan perjalanan ke Madame Tussaud. Sengaja, kami memesan tiket online supaya lebih murah 20%. Jadi harga tiket yang seharusnya 800 Bath cukup kami bayar 640 Bath.
Sudah kenyang baru bisa pose :D

Madame Tussaud ini adalah Madame Tussaud kedua yang saya kunjungi. Sebelumnya saya dan keluarga pernah singgah di Madame Tussaud Hongkong. Sekilas, nggak jauh beda dengan yang di Hongkong. Seperti apa kegilaan kami di tempat ini. Cukup fotolah yang bercerita. See?


Ehm, David Beckham




Di kantor Obama :D


Pulangnya, meski sudah pegel, kami nekad jalan-jalan di Si Lom karena tertarik melihat jejeran jajanan di jalanan. Maklum, perut sudah lapar lagi. Akhirnya, saya, Ichen dan Kang Iwok membeli jagung Bangkok seharga 40 Bath. Rasanya manis banget. Puas deh makan jagung yang gede itu.

Yang mengejutkan, kami nggak tahu kalau Si Lom itu adalah... daerah terlarang. Kalau mau tahu kenapa, cari saja sendiri ya. Yang jelas, di sini banyak ladies boy bersliweran.






9 comments :

  1. Replies
    1. @wuri, ini belum mulai serunya, Wur. Tunggu lanjutannya :)

      Delete
  2. Yang jelas, di sini banyak ladies boy bersliweran. >>>> Jadi kena colek berapa kali? ;)

    ReplyDelete
  3. Wah jadi pengen ikut jalan jalan ke thailand, tapi kapan ya

    ReplyDelete
  4. masih ga habis pikir, kok kita ke phaya thai dulu ya, makin jauhlah perjalanan menuju hotel. apalagi di phaya thai itulah yg paling parah turun naik tangganya. hadeuuuuh *panggul koper* xixixi

    ReplyDelete
  5. Ngiiik, katanya mau nyobain semua jenis transportasi kan? *cek inbox thread Bangkok :p

    ReplyDelete
  6. wkwkwkwk pengalaman yak dijudesin mba2 di bangkok :D

    ReplyDelete