Friday, November 17, 2017

Merencanakan Liburan Akhir Tahun Berdua

Bismillahirrohmanirrohim.

Kapan terakhir kalinya liburan berdua bersama suami? Yang saya maksud, liburan berdua saja, lho, bukan liburan bersama anak-anak. Seperti honeymoon, gitu. Mungkin, untuk pasangan yang sudah menikah dan memiliki anak, liburan berdua menjadi nomer yang kesekian setelah urusan lain-lain. Tetapi, menurut saya, sesekali kita harus meluangkan waktu berlibur bersama pasangan. Berlibur berdua merupakan saat yang tepat untuk membicarakan banyak hal yang tidak bisa dibicarakan bersama anak-anak, keluar dari rutinitas, sehingga ketika kembali pulang ke rumah, suasana hati menjadi lebih baik dan siap mengasuh anak-anak kembali. 

Liburan terakhir kami di Yogya
Sejak beberapa tahun lalu, saya dan suami rutin merancang liburan berdua. Salah satunya, saat kami alhamdulillah diberi kesempatan untuk pergi berdua ke Heidelberg (Finally, Heidelberg!) dan ke Venezia (Venezia, The Water City) untuk mengunjungi adik saya, dua tahun lalu, seperti yang saya tuliskan di sini. Waktu yang kami pilih untuk bepergian biasanya di hari biasa, di saat anak-anak sekolah. Saat itu, tiket bisa lebih mudah diperoleh dan tidak mahal. Anak-anak sudah kami kondisikan supaya bisa ditemani oleh salah satu anggota keluarga yang bisa dipercaya. Dan yang terpenting, karena mereka masuk sekolah, tidak akan terlalu merasa ditinggalkan oleh kami. Beda jika kami pergi di saat mereka libur sekolah.

Nah, masalahnya, tahun ini merupakan tahun yang cukup sibuk untuk suami saya. Jadi, kami sepakat untuk merencakan liburan di akhir tahun. Saat itu, anak-anak akan berlibur di rumah eyangnya.

Destinasi wisata yang kami tuju kali ini adalah Lombok. Apa alasan kami memilih Lombok sebagai tujuan liburan? Pertama, karena kami lebih suka pergi ke tempat wisata alam. Yang pastinya, di Lombok akan banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan seperti berenang dan snorkeling. Kedua, dana kami saat ini hanya cukup untuk liburan di dalam negeri dan Lombok adalah salah satu tujuan wisata yang bisa dijangkau dengan dana yang kami siapkan. Ketiga, ini pertama kalinya selama 14 tahun usia pernikahan kami, kami pergi ke destinasi pantai.

Urusan mencari tiket dan memesan hotel, yang biasanya saya tahu beres, kali ini diserahkan pada saya. Ternyata, nggak semudah itu mencari tiket yang murah di akhir tahun. Seperti yang kita tahu, menjelang akhir tahun adalah peak season, dimana semua biaya melonjak naik.

Lalu bagaimana dengan hotel? Ternyata sama saja. Cukup susah mendapatkan harga sesuai dengan dana kami. Fiuuh, mencari-cari tiket pesawat dan hotel cukup melelahkan juga ternyata.

Akhirnya saya menyerah dan melapor pada suami. Dia bilang, “Coba cek Traveloka. Biasanya ada paket tiket dan hotel. Jadi lebih mudah dan nggak makan waktu untuk memesan.” Saya pun mencoba usulannya. Eh, benar lho, ternyata ada paket pesawat hotel Traveloka.

Tinggal isi formnya dan keluar pilihan destinasi yang diinginkan.

Pilihan destinasinya beragam

Setelah saya hitung-hitung, sistem paket ini selain lebih mudah memesannya, saving time, juga lebih ekonomis, karena ternyata lebih murah dibandingkan pemesanan tiket dan hotel secara terpisah. Bahkan hematnya bisa sampai 20% (tanpa kode promo apapun). Alhamdulillah banget kan ya. Dana yang mepet jadi terselamatkan. Malahan, ada sedikit sisa untuk wisata kuliner hehe. Yang namanya emak-emak pasti seneng kan ya kalau bisa berhemat.

Pilih yang sesuai dana liburanmu
Asyiknya lagi, cara membayarnya mudah. Ada banyak pilihan pembayaran mulai dari pembayaran menggunakan kartu kredit, debit maupun membayaran melalui minimarket seperti Alfamrt, Alfa Midi dan Indomaret. Mudah kan?

Nah, mengingat kelebihan-kelebihan ini, pingin deh merencanakan liburan lagi bersama anak-anak. Buat pasangan yang baru menikah ataupun yang sudah punya anak, coba deh, pesan paket destinasi akhir tahun seperti yang kami lakukan. Pilihan paketnya lumayan beragam. Yang pastinya, no repot, no ribet.

Stt, buat yang belum pernah merencanakan liburan berdua, saya share beberapa hal yang biasa kami lakukan sebelum liburan ya.
  • Rencanakan liburan jauh-jauh hari supaya bisa dapat harga terbaik.
  • Siapkan dana liburan, usahakan tidak menghabiskan lebih dari yang telah disiapkan. Karena itu, manfaatkan berbagai promo ataupun kesempatan untuk menekan pengeluaran.
  • Kondisikan kegiatan anak-anak selama ditinggal pergi. Pastikan ada orang yang terpercaya yang bisa menemani mereka di rumah.
  • Nikmati waktu, percayakan anak-anak dalam doa. Insya Allah mereka baik-baik saja.

Mudah-mudahan sharing saya bermanfaat ya. [Fita Chakra]







17 comments :

  1. wah kayanay Si KEmbar mau punya ade lagi nih :)

    ReplyDelete
  2. Jadi inget nih Fit, udah lama blm liburan berdua lagi. Mau ikut merencanakan juga aaahhh....

    ReplyDelete
  3. Aku pengim juga ke lombok sama suami, mbak. Tapi untuk saat ini belum bisa berani ninggalin Manda sih karena masih nenen. Mudah2an dalam wsktu dekat dia udah ga nenen lagi.

    ReplyDelete
  4. Mbak, aku belum bisa liburan berdua sama suami. Anak anak masih kecil. Penting sebetulnya ya liburan berdua dengan suami, siapa tahu, apa yang jarang dan susah diomongkan saat sedang bersama anak anak, malah bisa diobrolin dan bs mrlancarkan komunikasi pasutri ya. Seeep, makasih infonya untuk liburan y

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, suka kepotong pembicaraannya kalau ada anak-anak :)

      Delete
  5. Aku rencanya jg mau liburan berdua nih mb Fita :)

    ReplyDelete
  6. Pengin sih merencanakan liburan jauh hari, tapi susaah, takut anak2 masih sekolah. Senengnya tuh kalo bisa liburan rame2 bareng suami dan anak-anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak kalau sama anak-anak rame. AKu biasanya pergi gak lama-lama kalau berdua hihi.

      Delete
  7. Liburan berdua suami terakhir aku... bulan september kemarin...srundul srundul berdua macam abg..hahaha seru

    ReplyDelete
  8. waahhh pgn ke jogjaa.. pastiny book pake travelokaa ya

    ReplyDelete
  9. Ya ampuuun, aku belum sempet honeymoon lagi semenjak ada Yasmin, mbak. Hahaha. Mau dong bareng, nunggu Yasmin gedean dikit tapii. Wkwkw

    ReplyDelete