Thursday, February 18, 2016

Lezatnya Nasi Pindang Kudus di Semarang

Memang lidah itu nggak bisa bohong ya. Anak-anak saya selera makannya Indonesia banget. Mungkin karena dari kecil mereka terbiasa makan masakan Indonesia (terutama Jawa). Mereka suka pecel, soto, gado-gado, rendang… hmm, sebut saja makanan Indonesia, sebagian besar mereka doyan. Nah, kebetulan sebelum ke Semarang awal bulan ini, anak-anak makan Nasi Pindang dari catering. Ternyata mereka suka banget. Saking doyannya, saya sampai nggak tega makan. Lha wong yang dipesan itu aja buat rebutan sama mereka bertiga hehehe. Itupun sepertinya masih kurang. Belakangan mereka memang doyan banget makan.

Akhirnya saya bilang pada mereka nanti saat ke Semarang, saya ajak mereka mampir makan Nasi Pindang. Janji saya dicatat benar oleh mereka. Saya jadi ketar-ketir, takut kalau nanti nggak sempet ngajak mereka ke warung Nasi Pindang *berdoa dalam hati semoga mereka nggak inget. 

Tepat ketika kami mendarat di bandara A. Yani, Kiera sudah menagih janji. “Kapan kita makan Nasi Pindang? Adek sudah lapar,” katanya. Ampun deh, baru juga sampai! Belum juga ngambil koper, sudah nanya makan. *tepok jidat.

Baiklah, daripada saya ditagih terus, begitu kami dijemput oleh Bapak saya, langsung saya bilang bahwa anak-anak lapar. Kata Bapak, nanti mampir makan saja. Kebetulan Bapak saya nggak bisa ikut karena ada urusan lain. Jadilah saya, suami dan anak-anak diantar ke warung Nasi Pindang di Jl. Gajahmada.

Tampak depan warungnya. Foto: Dok. Pri.

Dari segi tampilan, warung ini sederhana sekali. Terdiri dari dua kios dengan bangku dan meja panjang ala warung. Terletak Jl. Gajahmada, di dekat Restoran Shabu Auce. Parkirnya terbatas, jadi kalau mau mampir ke warung tersebut bisa juga parkir di seberangnya. 

Apa istimewanya Nasi Pindang Kudus ini? Let’s see.

Pertama, porsinya cukup. Tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Disajikan dengan piring yang kecil. Anak-anak waktu itu makan separuh porsi. Kalau saya, makan 1 porsi. Suami saya makan 1,5 porsi. Well, kalau yang doyan makan, mungkin kurang ya 1 porsi aja hehe. 

Bikin ngiler kan ya? Foto: Dok. Pri.

Kedua, rasanya enak. Dagingnya empuk dan banyak. Waktu saya makan, nasinya habis duluan. Banjir kuah dan rasanya manis. Disajikan dalam keadaan hangat. Lebih nikmat kalau pakai kerupuk makannya.

Ketiga, ada lauk tambahan, seperti telur dan jeroan. Mau minta lauk tambahan daging juga boleh. Tentu saja ada tambahan biaya ya untuk itu.

Lauk tambahannya yummy. Foto: Dok. Pri.

Selain Nasi Pindang, di warung ini juga menjual Soto Sapi. Saya belum pernah coba sotonya. Tetapi melihat situasinya yang sering rame, sepertinya cukuplah menjadi rekomendasi tempat makan yang oke. Harganya standar. Menurut saya nggak mahal (dibandingkan harga di Jakarta yang serba mahal lho ya). Dan yang terpenting, cocok untuk yang berlidah Jawa. 

Ternyata buka cabang di Serpong. Foto: Dok. Pri.

Alhamdulillah, kenyang makan Nasi Pindang. Lunas deh hutang saya pada anak-anak. Kapan-kapan kalau ke Semarang lagi, wajib mampir. [Fita Chakra]

10 comments :

  1. Kuah nasi pindangnya mirip kuah rawon. Jadi ngiler nih

    ReplyDelete
  2. enaknya..melihat gambarnya jadi ngiler pengen makan juga :)

    ReplyDelete
  3. jalan gajah mada sih deket mertuaku ya mak fit

    ReplyDelete
  4. Nasi pindangnya ini pake daging sapi ya, bukan daging ikan pindang?

    ReplyDelete