Monday, July 23, 2012

B4Beduk-Depok Bersama Bapak Bambang Trim

Awalnya, saat tahu ada acara gratis tapi sarat ilmu ini (di Depok pula, yang pastinya hanya sejengkal dari rumah saya) saya langsung mendaftar. Niatnya, menambah ilmu. Tapi, berdasarkan pengalaman, biasanya tidak hanya ilmu yang saya peroleh, tetapi juga teman baru.
Setelah mendaftar langsung ke inbox Pak Bambang, beliau bertanya, "Jika ada, tolong carikan moderator sekalian, Mbak Fita."
Saya ajukan salah seorang teman editor sebagai calon moderator di acara tersebut, tapi beliau menolak. Sambil bercanda saya bilang, "Atau saya saja, Pak?"
Jawabannya membuat saya kaget, "Ya sudah Mbak Fita saja ya."
"Serius nih, Pak?" tanya saya tak percaya. 
"Serius. Deal, ya," katanya.


Buku-buku yang dibedah


Perasaan saya, antara tak percaya, senang, dan bingung. Pasalnya baru kali ini saya diminta menjadi moderator di acara penulisan. But, the show must go on. Dan prinsip saya, selalu ada saat pertama, yang jika saya lewatkan atau saya hindari, mungkin saya tak akan mendapatkan kesempatan seperti ini lagi. Bismillah, saya pun menerima tawaran itu.
Akhirnya Minggu, 22 Juli 2012 di Gramedia Depok saya berangkat bersama putri sulung saya. Tidak banyak yang tahu, saya berangkat dengan perasaan was-was. Kiera, salah satu dari putri kembar saya sedang sakit. Saat saya berangkat dia diare. Saya jadi ragu meninggalkannya. Tapi karena saya sudah berjanji datang, tidak mungkin saya mengundurkan diri.
Syukurlah begitu sampai di tempat acara, melihat beberapa wajah peserta yang sudah saya kenal membuat perasaan saya lebih tenang. Ada Mbak Chitra Savitri yang datang bersama putrinya. Lalu ada Mas Giant, ilustrator yang tinggal di Depok. Kemudian beberapa orang peserta workshop menulis saya, yang sekarang semakin intens berdiskusi tentang tulis menulis dengan saya. 
Menjelang acara, kursi sudah penuh terisi. Semakin banyak yang datang, justru saya semakin bersemangat. 
Mini Workshop
Setelah berdiskusi singkat dengan Pak Bambang Trim, acara dibuka dengan workshop singkat. Workshop diselingi dengan bedah buku dan tanya jawab. Buku yang dibedah ada tiga judul, yaitu Hijrah, Yuk; Seri Allah Maha Hebat; dan Hari-hari Indah Bersama Nabi. Antusiasme peserta nampak dari banyaknya pertanyaan yang terlontar. Bahkan panitia dari Pandu Aksara Publishing sampai  menambah doorprize untuk peserta.
Beberapa pertanyaan yang saya rekam antara lain, bagaimana agar konsep yang kita ajukan dilirik penerbit; bagaimana agar berani mengirimkan tulisan ke penerbit; darimana datangnya ide; hingga dapatkah menulis menjadi sumber penghasilan utama. Semua pertanyaan itu terjawab dengan tuntas.
Sesi Tanya Jawab
Menjelang saat berbuka, acara pun selesai. Meski gratis, semua peserta mendapatkan goody bag berisi CD handout, materi, dan buku-buku Pak Bambang yang kemarin dibedah. Senang melihat wajah-wajah mereka yang puas. 
Ya, bagaimana tidak puas? Tidak bayar, dapat buku-buku keren, dapat snack untuk berbuka, dan yang paling penting dapat ilmu pula. 
Bagi saya, pengalaman ini luar biasa istimewa. Seperti kata pepatah, sambil menyelam minum air. Di acara ini saya tidak hanya mendapatkan ilmu menulis, tetapi juga praktik menjadi moderator. Alhamdulillah. Semoga lain kali bisa berpartisipasi seperti ini lagi. Terima kasih atas kesempatannnya ya, Pak Bambang. 





3 comments :

  1. wah menarik dan seru acaranya..
    semoga acara ini lebih serin digelar..

    #blogwalking siang

    ReplyDelete
  2. Sharing ilmunya don mbak....

    ReplyDelete