Wednesday, September 16, 2015

Tips Memilih Buku Cerita untuk Anak

Kebetulan, ada seorang teman yang bertanya, "Bagaimana caranya memilih buku cerita yang cocok untuk anak-anak?" Untuk menjawab pertanyaan itu, saya coba menuliskannya di sini. Saya share berdasarkan pengalaman saya memilihkan buku untuk anak-anak saya ya. Berikut ini tips memilih buku cerita untuk anak ala saya:

Isi dan bahan buku sesuai dengan usia anak.
Sesuai dengan usia anak ini bisa mencakup beberapa hal yaitu isi buku dan bahannya. Untuk isi buku, pilihkan buku yang bergambar, dalam satu halaman tidak terlalu banyak kalimat, dan biasanya ketebalan bukunya berkisar 24-48 halaman. Untuk bahan buku, sebaiknya pilih jenis kertas yang tebal jika tujuan pembelian buku untuk anak balita. Sedangkan untuk batita, pilihlah buku berbahan kain atau sejenisnya, yang tidak rusak saat terkena air dan aman saat digigit. 

Tuesday, September 15, 2015

Kenalan dengan My Daily Hijab

Kebetulan waktu mudik ke Semarang jelang lebaran lalu, saya pesan pashmina ke My Daily Hijab. Owner My Daily Hijab adalah sahabat saya masa SMP. Namanya Novita. Saya sudah beberapa kali membeli produk My Daily Hijab sebelumnya. Biasanya, Novita mengirimkannya ke Depok. 

Saya dan Novita. Foto: Dok. Pri
Terakhir waktu saya menghubunginya di Semarang, ternyata BBM saya dibalas oleh karyawannya. Rupanya, ponsel Novita sudah beralih tangan ke karyawannya. Wah, saya jadi penasaran pingin ngulik lebih dalam tentang kesuksesannya berbisnis. Kebetulan sekali, Novita berniat mengantarkan pesanan saya ke rumah ortu saya di Semarang. Kami pun ngobrol banyak tentang My Daily Hijab dan kesibukannya sekarang. Berhubung banyak sekali hal yang berkesan, rasanya sayang kalau tidak dituliskan di sini. Berikut ini obrolan saya dengan Novita. 

Parenting Journey with Samsung Galaxy J5 #tunJukkanmomenmu

“Main gadget jangan lama-lama, nanti matanya rusak.”
“Iya … iya … kan Kakak mau lihat caranya bikin bando rajutan ini, Bun,” *sambil ucek-ucek mata.
“Nah tuh, sudah berhenti sekarang. Waktunya sudah habis!”

Oke, mungkin saya kelihatan seperti nenek sihir kalau sudah ngomel panjang lebar. Bagi saya, aturan tetaplah aturan. Di rumah kami, main gadget hanya boleh saat weekend, selama maksimal 3 jam. Kenyataannya, seringkali lebih dari itu. Tapi … belakangan ini, saya lihat si Kakak (demikian saya memanggil sulung kami) sering terlihat ucek-ucek mata sebelum batas waktu main gadget-nya berakhir. Kalau nggak ucek-ucek mata, dia melototin ponsel saya sambil mencureng hingga kedua alisnya nyaris bertaut. Di waktu lain, pernah juga mengeluh matanya capek. Duh, kenapa pula ini?