Pernah, seorang Ibu bertanya pada saya, "Bagaimana
caranya melatih anak saya menulis cerita?"
Salah satu yang selama ini saya lakukan adalah menceritakan
ulang cerita. Hal ini saya terapkan pada anak-anak saya sendiri dan murid-murid saya. Menceritakan
ulang, tidak selalu dalam bentuk tulisan, tetapi bisa juga lisan. Kalau hanya
bicara apakah ini berhubungan dengan kemampuan mereka menulis cerita?
Iya, karena dengan menceritakan ulang dan menarasikan
anak-anak terbiasa merangkai poin-poin penting dalam tulisn dengan bahasa
mereka sendiri. Manfaat lain, mereka jadi belajar menyusun peristiwa demi
peristiwa sesuai urutan waktu.
Dalam buku Cinta yang Berpikir (Ellen Kristi) menceritakan
kembali atau disebut menarasikan besar sekali manfaatnya. Lewat narasi, anak
secara swadaya mencerna isi bacaannya, sehingga pengetahuan menjadi milik
pribadi (halaman 93).
