Wednesday, October 3, 2012

Kata Risablogedia tentang Mima dan Putri Jenna

Terima kasih, Mbak Marisa Agustina yang sudah berbaik hati meresensi Mima dan Putri Jenna. :) Versi aslinya ada di http://risablogedia.blogspot.com/2012/10/resensi-first-novel-mima-dan-putri-jenna.html?showComment=1349229568410#c3905004415115318382


Resensi First Novel "Mima dan Putri Jenna"




Judul Buku      : Mima dan Putri Jenna
ISBN               : 978-979-084-659-3
Penulis            : Fita Chakra
Penerbit           : Tiga Ananda (creative imprint of Tiga Serangkai)
Terbit               : Mei 2012
Isi                     : 64 halaman





Mengusung ide bahwa cantik itu adalah soal inner beauty alih-alih sekadar kulit putih dan rambut lurus, demikianlah inti dari kisah yang tertuang dalam buku First Novel “Mima dan Putri Jenna” ini. Dengan tokoh utama bernama Mima yang adalah seorang gadis cilik berumur 7 tahun. Seorang piatu yang tinggal bersama ayah dan tantenya.

Alur cerita mulai berkembang ketika seorang kawan sekelas Mima yang bernama Tara menyebarkan undangan pesta ulang tahunnya. Di mana dalam undangan tersebut ada semacam dress code dan juga sebuah ‘kompetisi’. Dress code nya adalah mengenakan pakaian yang unik dan kompetisinya adalah para undangan diminta membawa makanan favoritnya untuk nanti dinilai oleh para tamu. Mima bingung. Pertama soal baju, baju apakah yang akan dikenakannya nanti? Sementara meminta pada ayahnya ia tak tega. Lalu kedua soal makanan favorit. Mima merasa malu karena makanan favoritnya adalah wortel, makanan yang secara umum sulit disukai oleh anak-anak.

Sementara itu siapakah Putri Jenna? Putri Jenna adalah seorang tokoh yang membuat novel ini menjadi berbau fantasi. Tersurat dengan kemunculannya yang ajaib, dari dalam buku harian almarhumah ibunda Mima. Fantasi, sesuatu yang ketika saya kecil dulu selalu membuat imajinasi saya melayang-layang tatkala membaca dongeng yang berisi tokoh-tokoh fantasi terutama yang putri-putrian semacam ini. Sebut saja dongeng tentang Putri Salju, Putri Tidur, dan Cinderella. Demikian pula dengan putri Jenna. Hanya saja bedanya, dalam novel ini penulis berusaha untuk merekonstruksi paradigma anak-anak sejak dini bahwa untuk menjadi putri syarat kecantikan hati adalah lebih utama ketimbang hal lainnya. Satu poin penting yang layak mendapat acungan jempol.

Selanjutnya yang terjadi tentu adalah petualangan unik antara Mima dan Putri Jenna dalam rangka memenuhi undangan ulang tahun Tara. Cara bertutur yang mengalir dan ringan yang digunakan penulis sesuai dengan peruntukan novel ini yaitu menyasar pembaca belia. Masalah dan penyelesaian yang tidak bertele-tele, kemudian penyisipan beberapa pengetahuan umum misalnya tentang kain batik (hal. 53) juga menjadi nilai tambah atas kisah ini. Meski jujur saya sempat sedikit bertanya-tanya, apakah Mima benar-benar bisa ketika dikisahkan menjahit manik-manik di usianya yang begitu muda? Namun over all, this is a very nice story.

Dan akhirnya, apakah Mima berhasil memiliki gaun indah untuk dikenakan di pesta ulang tahun Tara? Apakah Mima tetap akan membawa wortel sebagai makanan favoritnya ke pesta tersebut?

Hmmmm … kasih tau nggak yaaa? 

3 comments :

  1. ini novel anak ya, Mbak. Sepertinya Sabila kudu baca nih. Boleh tuh dikirim satu buat Sabila. Hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal. :) Wah, biasanya saya bagi-bagi gratis saat kuis. Lain kali ikutan ya kuisnya. :)

      Delete
  2. Wah, boleh juga nih buat dibacain ke Nai ^_^

    ReplyDelete