Wednesday, December 14, 2016

Perjalanan Merapikan Rumah Bersama Marie Kondo

Bismillah....

Jadi begini, beberapa waktu lalu saya membaca sebuah buku berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up yang ditulis oleh Marie Kondo. Buku ini sudah lama saya incar. Ya, maklumlah, dari dulu saya terobsesi dengan seni beres-beres hehehe. 



Sebelum mulai, saya kupas sedikit tentang penulisnya ya. Siapakah Marie Kondo? Marie Kondo adalah seorang konsultan kerapian. Beliau penemu KonMari Method, sebuah seni beres-beres yang populer saat ini. Dari kecil, Marie Kondo suka sekali bebenah. Dalam perjalanannya membereskan segala sesuatu di dalam rumah, Marie Kondo menemukan cara yang efektif untuk beres-beres (yang disebutkan, dengan metode yang diperkenalkan tersebut, kita tak perlu lagi beberes sering-sering dalam hidup kita). Saking ngetopnya Marie Kondo ini, untuk menjadi calon kliennya, kita mesti rela masuk dalam daftar tunggunya selama tiga bulan!

Tuesday, October 25, 2016

Berkunjung ke Among Putro Skyworld TMII

Bismillah, akhirnya mulai ngeblog lagi setelah tiga bulan absen. Mudah-mudahan bisa rutin kembali.

Hai... hai, apa kabar? Kali-kali ada yang pingin tahu, selama tiga bulan ini saya ngapain saja sampai absen ngeblog. Ngg, panjaaang ceritanya. Intinya, saat ini, saya mau fokus untuk urusan sekolahnya anak-anak. Jadi, mau nggak mau, mesti mengurangi kesibukan lain. Btw, saya tetap menulis kok, walaupun kecepatan nulisnya berubah, menjadi kecepatan kura-kura hehe.

Kali ini, saya mau cerita tentang aktivitas weekend kami sekeluarga. Kebetulan, minggu lalu, kami pergi ke TMII, tepatnya ke Among Putro Sky World. Lokasinya berada bersebelahan dengan Taman Legenda. Sudah lama sih sebenernya, pingin ke Sky World ini. Pernah sekali kami kecewa, saat udah sampai sana ternyata tempat ini ditutup untuk umum karena suatu acara. 

Monday, July 25, 2016

Bersahabat dengan Anak, Bisakah?


Tahun ini sulung saya usianya 11 tahun, sudah pre-teen. Tahu sendirilah ya gimana rasanya ngadepin pre-teen alias ABG? Nah, belakangan saya harus stok ekstra sabar untuk itu. Salah ngomong, marah. Dikasih tahu, protes. Diem saja, kok rasanya gatel pingin nasihati. Jadi ya begitulah, serba salah. Pasti emak-emak yang udah ngelewatin fase ini tahu rasanya. Sepertinya saya harus banyak belajar dari para senior *sungkem.

Anyway, setelah saya stalking beberapa akun emak-emak yang punya anak sepantaran anak sulung saya, ada beberapa poin penting yang saya catat (dan insya Allah dipraktikkan juga, dong).