Wednesday, October 7, 2015

Ngobrol Tentang Menulis Biografi Bersama Alberthine Endah

Selasa, 29 September lalu saya mendapatkan kesempatan mengikuti acara yang diadakan oleh Writers Club Femina berjudul Bincang Sore Bersama Alberthine Endah "Menulis Biografi dengan Hati". Untuk mengikuti acara tersebut, saya harus mendaftar terlebih dahulu karena kuota peserta hanya 30 orang. Alhamdulillah, di hari terakhir sebelum hari H, saya mendapatkan pemberithauan bahwa saya termasuk salah satu peserta yang beruntung bisa mengikuti acara tersebut. Yay! Siapa sih yang nggak kepingin menimba ilmu dari seorang Alberthine Endah? Tadinya, sudah hopeless lah ya, saya pikir saya sudah terlambat daftar hehehe.

Hari itu saya meluncur ke Writer's Bar di Raffles Hotel Jakarta. Sempat mencari-cari tempatnya dulu beberapa saat karena belum familiar dengan hotel tersebut. Tepat pukul 14.30 saya tiba di tempat. Sambil menunggu acara, saya pun berkenalan dengan beberapa peserta. Mereka semua suka nulis, hanya saja, menulis di media yang berbeda. Alhamdulillah, bisa tambah kenalan sekaligus (tanpa diduga) ketemu teman-teman lama.

Mbak AE, Mbak Petty, bersama perwakilan dari Raffles Hotel

Kami pun ngobrol sembari ngeteh cantik (kebetulan saya nggak suka kopi, jadi waktu ditawari mau minum apa, saya minta teh). Oya, camilannya enak juga ya lho. DItaruh dalam wadah unik berbentuk balok berlaci. Nah, di dalam laci-laci itu ada berbagai camilan. Pokoknya, Femina manjain peserta deh. Sudah dapat goody bag berisi majalah terbaru, sabun cair, dan tempat minum Lock n Lock, dapat suguhan enak pula.

Mbak AE bicara banyak tentang menulis biografi
Nggak lama, tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Alberthine Endah, yang akrab disapa Mbak AE bercerita banyak tentang menulis biografi. Stt, saya baru tahu kalau Mbak AE ini dulu bekerja di Femina. Nah, dulu waktu wawancara dengan narsum, saking keponya, banyak data yang sering nggak dipakai dalam tulisan karena terbatasnya space artikel. Inilah awal mula Mbak AE terpikir untuk menjadi penulis biografi.

Menurut Mbak AE, setiap orang di dunia pada dasarnya pantas untuk dituliskan, karena setiap orang punya kisah masing-masing. "Kesalahan pertama seorang penulis biografi adalah ketika dia men-judge seseorang tak pantas ditulis. Padahal, pembaca bisa belajar banyak tentang hidup dari orang yang kita tulis, walau kelihatannya orang itu bukan siapa-siapa (bukan public figure)," begitu lanjutnya. Oya, Mbak AE yang ramah ini juga tak segan menyapa, lho. Setiap kelompok peserta didatangi supaya bisa ngobrol lebih akrab.

Saking supelnya mau-mau saja ditodong foto segala macam gaya.
Sebagai rangkuman, untuk teman-teman (dan saya sendiri tentunya) saya tuliskan di sini beberapa ilmu yang berhasil saya "curi" dari Mbak AE, penulis biografi yang produktif yang kabarnya .


  • Modal menulis biografi antara lain: kemampuan atau kepekaan terhadap derita dan rasa sedih orang lain, menangkap pesan, dan mengubahnya menjadi tulisan. Menulis biografi bukan sekadar memindahkan hasil wawancara ke dalam tulisan. Penulis biografi harus bisa berempati sehingga bisa menulis dengan hati.
  • Kesulitan menulis biografi adalah penulis berhadapan dengan kondisi yang tak kita ketahui sebelumnya. Bisa jadi penulis bertemu narasumber yang bad mood, atau bahkan ketakutan. Penulis harus pintar-pintar menempatkan diri.
  • Sebelum memutuskan akan menulis biografi seseorang, penulis harus punya bekal. Bekal yang penting untuk penulis biografi antara lain: memberikan pengetahuan tentang buku biografi (berdasarkan pengalaman Mbak AE, 99% tokoh yang memanggil untuk membuat biografi tidak paham tentang buku biografi. Oleh karenanya penulis harus bisa menjelaskan); membuat tulisan yang obyektif; dan dapat menggali harta berharga alias informasi yang paling penting dan bermanfaat dari narasumber.
  • Kebahagiaan terbesar penulis biografi yaitu ketika dia bisa membuat narasumbernya mau terbuka padanya dan menceritakan rahasianya.
  • Penulis biografi harus punya sikap dalam menghadapi intervensi dari tokoh yang ditulis. 
  • Sedia stok kesabaran saat wawancara narasumber karena bisa jadi sampai beberapa pertemuan, dia masih menjaga jarak. Jika sudah demikian, jangan patah semangat. Penulis biografi harus bisa merasakan yang dirasakan oleh narasumber.
Selain tentang menulis biografi, Mbak AE juga memberikan tips mengatasi writers block. "Kalau mood saya sedang nggak bagus, saya tetap menulis, tanpa beban. Hasilnya, nanti bisa direvisi ketika mood saya sudah oke. Dan ternyata, nggak buruk-buruk amat kok tulisan yang saya buat itu. Saya biasanya cukup merevisi sedikit."

Saya dan Mbak AE
Alhamdulillah, dapat banyak ilmu dari Mbak AE. Terima kasih Mbak AE. Terima kasih Femina. Kapan-kapan undang saya lagi ya! [Fita Chakra]





26 comments :

  1. thanks mbk tipsnya, keren ya acaranya

    ReplyDelete
  2. Makasih tipsnya, mba Fita. Keren bisa datang ke acara Femina. :D

    ReplyDelete
  3. Waahh enaknya bisa ketemu dan ngobrol2 dengan Mba AE *envy*

    ReplyDelete
  4. Mantap nih mbak.. Thanks for sharing :D

    ReplyDelete
  5. Saya suka baca statusnya mbak AE di timeline, bukunyai bagus2 yaaa, pasti seru bisa meet up ama mbak Ae dan dapet ilmu baru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya baru baca beberapa sih buku-bukunya. :)

      Delete
  6. Nice sharing, Mbak. Karen bisa ketemu mba AE ;)

    ReplyDelete
  7. beberapa kali baca biografinya selebritis plus tokoh yang ditulis oleh AE, tapi ternyata ada buku lainnya kalau nggak salah yang tentang anjing, nulis bareng sama penulis lainnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya, dia suka banget sama binatang, Mbak. Aku juga baru tahu dari acara itu bahwa Mbak AE suka ngasih makan anjing dan kucing yang di jalanan :)

      Delete
  8. makasih juga sudah dibagi ilmnya mak fit

    ReplyDelete
  9. Thanks for sharing mak kayanya menantang juga nulis biografi ini

    ReplyDelete
  10. Saya selalu suka tulisan2nya mba AE, novelnya, biografinya..:)

    ReplyDelete
  11. Aku tadinya mau daftar... tp sayang jamnya gk.pas... thx dah bagi cerita ya fitaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, padahal bisa ketemu ya kitaaa... Udah lama nggak ketemu :(

      Delete
  12. ah mantab nih mbk, tengkiu udh brbagi ilmu kece ini mbk

    ReplyDelete
  13. siiip aku cataaatttt makasih mbak Fitaaa

    ReplyDelete