Monday, November 12, 2012

ASEAN Blogger Community: Peran Blogger dalam Sosialisasi Budaya dan Wisata


Sabtu, 13 Oktober 2012 saya menghadiri acara Silaturahim dan Diskusi ASEAN Blogger Community.  Acara ini diadakan di Gedung Pusdiklat Kementrian Luar Negeri, tepatnya di Jl. Sisingamangaraja, Jakarta. Saya mendapatkan kesempatan baik ini berkat informasi yang saya peroleh dari Kumpulan Emak-emak Blogger. Acara ini terselenggara dalam rangka ulang tahun ASEAN ke-45 tanggal 8 Agustus lalu.


Senangnya, pengalaman ini berhasil membuka wawasan dan menambah pengetahuan saya tentang peran blogger dalam sosialisasi potensi budaya dan wisata. Ternyata, menulis blog sama sekali bukan kegiatan yang sepele, lho. Dampaknya cukup besar, terutama untuk penyebaran informasi. 


Bersama Kumpulan Emak-emak Blogger
Perwakilan-perwakilan komunitas yang ikut hadir dalam acara ini antara lain : Kumpulan Emak-emak Blogger, Blogger Detik, Kartu Net (Karya Tuna Netre), DBlogger, Blogger Bekasi, Bolgger Bogor, Komunitas Bicara Film, Blogger Reporter, Internet Sehat, Ikatan Duta Budaya dan Pariwisata Indonesia, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain acara diskusi, juga ada lomba live tweet mengenai acara ini. Nggak heran kalau sepanjang acara, para peserta sibuk nge-tweet :)

Pembawa acara bikin acara seru :)
Acara dibuka oleh pembawa acara Eka Situmorang, seorang blogger yang aktif dan aktivis ASEAN Blogger Community dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia, Chici Utami. Lalu Imam Brotoseno selaku Chairman of ASEAN Blogger Community, ikut pula memberikan sedikit kata pengantar tentang kegiatan ini.
Sambutan dari Ketua Panitia


Sambutan dari Bapak Imam Brotoseno
         Berikut ini yang hal-hal bisa saya sarikan dan bagikan dari acara yang berlangsung sekitar lima jam bersama ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia ini.

Tentang ASEAN Community
Acara selanjutnya adalah presentasi mengenai ASEAN serta kerjasama dengan mitra wicara (negara-negara yang bekerjasama). Pembicara yang hadir di sesi tentang “Sosialisasi Peningkatan Kerjasama ASEAN dengan Mitra Wicara” adalah Bapak I Gusti Wesaka Puja sebagai Dirjen Kerjasama ASEAN.
Sesi Presentasi tentang ASEAN Community
ASEAN dibentuk tahun 167 saat kondisi tidak stabil, karena itu diperlukan kerjasama di berbagai bidang untuk meningkatkan taraf hidup dan meredakan rasa curiga. Dikatakan oleh beliau bahwa ASEAN bertujuan memperkuat kerjasama antara negara anggota-anggotanya dalam berbagai bidang. Kerjasama yang dimaksud termasuk menyelesaikan konflik yang terjadi di negara-negara anggotanya. Jika kawasan ASEAN tumbuh menjadi kawasan yang kuat, maka negara-negara anggotanya punya kesempatan untuk bertumbuh dengan baik.

Untuk itu banyak hal yang dilakukan oleh ASEAN. Hal-hal yang menjadi skala prioritas pada masa keketuaan Indonesia 2012 adalah (sumber: materi presentasi “Sosialisasi Peningkatan Kerjasama ASEAN dengan Mitra Wicara”):
  1. Memastikan kemajuan proses pencapaian Komunitas ASEAN 2015.
  2. Memastikan bahwa perubahan arsitektur regional di kawasan tetap pada situasi yang kondusif untuk pembangunan di kawasan melalui penciptaan kondisi dynamic equilibrium, yang menempatkan ASEAN pada the driving seat.
  3. Merumuskan visi ASEAN pasca 2015, yaitu “ASEAN Community in a Global Community of Nation” yang sekaligus telah menjadi tema dari keketuaan Indonesia tahun 2011.

ASEAN Community itu sendiri bertujuan memperkuat tiga pilar komunitas. Tiga pilar utama yang ingin dicapai dalam antara lain komunitas ekonomi, komunitas sosial budaya serta komunitas politik dan kemanan. Salah satu contoh pencapaian ASEAN Community adalah Komitmen Visa Bersama.

Selanjutnya dipaparkan pula mengenai prinsip konektivitas ASEAN yaitu, konektivitas fisik, institusional, dan people to people. Prioritas ASEAN Community juga untuk para penyandang cacat (disable). Prioritas lainnya, ASEAN Community in a Global Community Nations diharapkan terimplementasi 2015-2022. Selanjutnya, hingga November 2012 keketuaan pada Kamboja, bertema ASEAN: One Community, One Destiny.

Pentingnya Peran Blogger dalam Sosialisasi Budaya dan Wisata
Sesi selanjutnya diisi oleh Bapak Bagas Hapsoro sebagai Deputy Secretary-General of ASEAN for Community and Corporate Affairs, dengan presentasi berjudul “ASEAN Cooperation on Outreach Programme.” Pada sesi ini beliau memaparkan lebih detail tentang kerjasama dengan para mitra wicara. Mitra wicara adalah negara-negara yang bekerjasama dengan ASEAN. Kerajsama dengan mitra wicara ini diharapkan dapat meningkatkan pembangunan juga alih tehnologi. Mitra wicara ASEAN adalah Cina, Jerman, Uni Eropa, Jepang, India, Kanada, Rusia, Australia, Korea Selatan, dan Amerika.

Foto bersama pembicara setelah sesi presentasi
Dengan Amerika hubungan ASEAN cukup bagus. Ini terlihat dari kerjasama dalam berbagai event social media di Indonesia dan concern terhadap isu perdagangan manusia. Demikian juga dengan Cina yang aktif bekerjasama sebagai partner perdagangan.

Dimas, blogger Kartu Net yang tuna netra
Diskusi berlangsung cukup seru. Beberapa orang dari berbagai komunitas bertanya tentang peran blogger dalam ASEAN Community, kebebasan berpendapat dan berekspresi. Ternyata, di Indonesia sendiri kebebasan berekspresi relatif terbuka dibandingkan negara lainnya. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh blogger Indonesia untuk menyuarakan berbagai hal termasuk sosialisasi budaya dan wisata.

Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta meliputi isu perdagangan manusia, isu kebebasan berpendapat dan berekspresi pada blogger, pentingnya akses bagi penyandang disabilitas, dan sebagainya.

Pemutaran Film "Lukas Moment"
Pemutaran Film "Lukas Moment" ini merupakan acara yang paling ditunggu-tunggu oleh para peserta acara Silaturahim ASEAN Blogger Community ini, termasuk saya. Pasalnya, saya ingin tahu apa sih yang menarik dari film ini?

Aryo Danusiri, menceritakan sekilas tentang film Lukas Moment
Aryo Danusiri, sutradara dan produser film ini memberikan pengantar tentang "Lukas Moment". Dikatakannya, pembuatan film yang dilakukan pada tahun 2004 tersebut memakan waktu selama tiga bulan. Selama pembuatan film tersebut Aryo tinggal di Merauke, Papua untuk mendokumentasikan dan mengikuti kegiatan Lukas, tokoh utama dalam film tersebut.

Awal film
Film berdurasi satu jam ini dibuka dengan adegan Lukas bersama Miss Merry, pembimbingnya dari sebuah LSM dan beberapa temannya sedang berdiskusi mengenai bisnis udang. Selain bersekolah di SMK, Lukas juga belajar berwirausaha. Dia mencoba menangkar udang lalu menjualnya. Untuk mengembangkan bisnis kecil-kecilan itu, Lukas bermaksud mengirimkan udang tangkarannya ke kota. Kendalanya, Lukas tidak punya mesin pendingin untuk menyimpan udang selama beberapa hari.

Kehidupan masyarakat urban Papua
Pada adegan lainnya diceritakan kepolosan Lukas. Seorang pembeli membawa udang-udangnya dan menjanjikan akan mentransfer  sejumlah uang ke rekeningnya. Nyatanya, hingga hari yang dijanjikan tiba, Lukas tidak mendapatkan haknya secara penuh. Miss Merry berusaha membantu dengan menelepon pembelinya, namun akhirnya Lukas tidak berhasil mendapatkan sisa uang penjualan. Lukas pun mengalami kerugian. Modal dari LSM habis setelah peristiwa itu.

Di film ini, saya bisa menemukan potret kehidupan masyarakat Papua yang berbeda dari yang biasa diberitakan. Bagi saya, ini menyenangkan karena dengan menonton film ini, maka orang akan terbuka mata dan wawasannya bahwa Papua juga sama majunya seperti daerah lain di Indonesia. Di film ini sama sekali tidak terlihat kehidupan Papua yang primitif, jauh dari peradaban. Justru sebaliknya, kehidupan urban masyarakat Papua tergambar jelas di film ini, antara lain melalui adegan pawai 17-an yang meriah, kehidupan pemuda yang sedang balap motor, dan jual beli di pasar.

Melalui film ini, Lukas menggambarkan seorang pemuda yang mau belajar, tidak pantang menyerah, dan miliki semangat wirausaha. Secara keseluruhan film ini juga memberikan pesan moral bahwa kejujuran dan kerja keras penting artinya dalam hal apapun.  Meskipun pada akhirnya Lukas mengalami kerugian, banyak pelajaran berharga yang dia peroleh.

Dalam film ini, Aryo berusaha menyampaikan bahwa dia ingin penonton membuka mata, kehidupan Papua tidak seperti yang dibayangkan oleh banyak orang. Masyarakat Papua bisa berdiri dengan kakinya sendiri karena Papua menyimpan kekayaan alam yang tak kalah dengan daerah lainnya. Salah satu yang bisa dilakukan oleh mereka adalah berwirausaha.

Hal menarik lainnya yang menjadi perhatian saya, sepanjang film ini penonton akan disuguhi keindahan alam Papua yang indah. Suatu saat, jika ada kesempatan, saya ingin sekali datang kesana.

Sesi Talkshow Budaya dan Wisata
Acara selanjutnya adalah talkshow budaya dan wisata yang diisi oleh Doddy Matondang, Ketua Ikatan Budaya Pariwisata Indonesia dan Dimas Muharam, pengagas Kartu Net (Karya Tuna Netra). Yang menarik dari Dimas, beliau adalah penyandang tuna netra yang menjadi mahasiswa di UI. Di balik kekurangannya itu, dia tetap semangat belajar, dan aktif mengelola blog.

Terakhir, adalah acara penutup berupa makan malam dan ramah tamah. Tak terasa acara yang berlangsung sejak siang hari hingga menjelang mala mini berakhir. Pengalaman ini sungguh berharga untuk saya. Semoga, lain kali saya bisa hadir dalam acara serupa dan mendapatkan teman, pengalaman, dan inspirasi dari acara yang digelar ASEAN Blogger Community.

Berawal dari Diri Sendiri
Usai acara, saya berusaha merumuskan sesuatu yang bisa saya lakukan sebagai blogger dalam sosialisasi potensi budaya dan wisata Indonesia. Bagi saya, untuk memulainya tentu saja awalnya dari diri sendiri. Dan inilah beberapa hal yang bisa saya lakukan:

  1. Sering-sering posting tentang budaya dan wisata di suatu daerah. Seperti yang saya lakukan disini, disini dan disini.
  2. Aktif mengajak pembaca blog menuliskan potensi budaya dan wisata melalui media lain. Salah satunya yang saya lakukan disini.
  3. Mencari keunikan budaya dan wisata Indonesia, memberikan informasi mengenai hal itu di blog. Misalnya, tempat-tempat wisata yang jarang dikunjungi orang tetapi menyimpan keindahan yang luar biasa. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat Indonesia mengenal negara kita sendiri dan semakin mencintai negara ini. Tak kenal maka tak sayang, bukan?
  4. Menyebarkan link liputan dan acara semacam ini secara positif. Misalnya, liputan ASEAN Blogger Community.
Salah satu foto Nusa Lembongan  yang saya kirim ke Majalah Sekar, dan dimuat
Mudah-mudahan yang saya lakukan dari diri sendiri ini bisa menjadi langkah awal yang baik bagi penyebaran informasi mengenai potensi budaya dan wisata di Indonesia. Aamiin.


* Tulisan ini diikutkan pada Lomba Blog Wisata dan Budaya yang diadakan oleh ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia bekerja sama dengan Taman Impian Jaya Ancol











13 comments :

  1. Wah asik ya tambah banyak pengetahuannya. Kadang ada saran dari senior,"Ngeblog nggak usah terlalu serius, paling cuma dicopasin orang. Kalau mau serius kirim ke majalah atau penerbit saja, dapat duit." Tapi setelah baca laporan ini, ternyata banyak sekali manfaat ngeblog yg serius.
    Mak, tolong option komen ditambah "name/URL" biar aku bisa sering2 komen disini pake http://www.burselfwoman.com/ karena kalau login dari blogspot,blognya lama nggak aktif. makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya, sudah mampir kesini. Ok, nanti aku ngoprek2 dulu deh. Trims sarannya :)

      Delete
  2. Wah bagus nih topiknya.. Makasih info nya mba :D

    ReplyDelete
  3. Waaah, keren mak detil banget, semakin banyak ilmu nih. oya mampir juga mak http://nurulhabeeba.blogspot.com/2012/11/guru-karenamu-telah-kutemukan-substansi.html, lagi ikut lomba. ^^

    ReplyDelete
  4. bagus banget, belajar belajar,
    menulis membuat mata kita mau enggak mau terbuka lebar dan pengetahuan serta otak jadi terus terisi.... siip.

    ReplyDelete
  5. Lengkap banget tulisannya, suka dengan ringkasan tentang film Lukas.

    Semoga jadi pemenang ya Fita.

    ReplyDelete
  6. Khas Fita, detail banget ^_^ gutlak yaaa

    ReplyDelete
  7. review sekaligus memberikan wawasan blogger tuh penting juga yaa bu buat perkembangan potensi di pariwisata asean :D

    ReplyDelete