Monday, April 20, 2015

[Resensi] Si Kembar Wajah, Beda Orangtua


Judul                          : Go, Keo! No, Noaki! Dobel Kacau
Penulis                        : Ary Nilandari
Ilustrator                     : Dyotami Febriani
Jumlah Halaman           : 140 halaman
Penerbit                     : Penerbit Kiddo
Cetakan                      : Maret 2015

Keo setuju pindah rumah dan sekolah supaya Mami bisa mengurus bisnis dari rumah. Keo tak menyangka di tempat baru, bertemu anak perempuan yang mirip sekali dengannya. Nama anak itu, Noaki. Keo bagai bertemu kembaran beda orangtua! Keo sebenarnya mau saja berteman dengan Noaki.  Sayangnya, Noaki luar biasa jutek!
Bertemu Noaki dan 6 orang teman akrabnya membuat perasaan Keo campur aduk. Senang sekaligus kesal. Senang, karena berkenalan dengan Noaki artinya sekaligus berteman dengan 6 orang temannya yang unik-unik karakternya. Kesal, karena mereka tak membiarkan Keo masuk ke kelompok mereka begitu saja. Ada saja cara Noaki dan teman-temannya untuk membuat Keo ragu mendekat.
Bayangkan, baru kenal saja, Keo sudah ditantang “duel secara beradab”. Untuk memenangkannya, Keo harus mencari sepatu paling bau! Tentu saja ini tidak mudah. Di mana Keo harus mencari sepatu bau?
Setelah itu, masalah lain datang bertubi-tubi.  Mulai dari teman yang sangat perhatian tapi bikin Keo tidak nyaman, pelajaran matematika yang menyebalkan buat Keo, hingga SMS misterius yang membuat Keo merasa selalu diawasi. Rupanya, pindah malah membuat hidup Keo semakin rumit. Apakah Keo berhasil menyelesaikan semua masalahnya?

Walaupun bersahabat, kita pasti pernah juga punya masalah dengan teman, kan? Dari Keo dan Noaki kita bisa belajar menyelesaikan masalah. Seru dan menarik!

Sunday, March 29, 2015

Mengapa Menulis Untuk Anak-anak?

Tante, yang nulis novel Pesan Misterius ya? Ceritanya bagus, Tante. Aku sukaaa. Kok Tante mau terus buat cerita anak sih? Padahal, aku saja yang mulai remaja sudah nggak sreg nulis naskah anak-anak. -inbox dari seorang penulis cilik yang beranjak remaja

Cover buku yang dibicarakan si penulis cilik itu. Silakan dibeli. :) *promo terselubung
Kenapa saya menulis cerita anak-anak?
Pertanyaan ini sederhana, tapi sukses membuat saya merenung seharian. Saya akui, saya pernah mencoba menulis hampir segala jenis naskah. Novel remaja, buku parenting, buku kesehatan, artikel wisata, feature, cerpen anak, dan masih banyak lagi yang lainnya. Balik-baliknya, saya rindu menulis untuk anak-anak. 

Wednesday, March 18, 2015

Home Library, Surga di Rumah Kami

Buku adalah harta berharga bagiku. Memiliki perpustakaan di rumah, bagaikan memiliki tempat penyimpanan harta karun.


Mungkin karena terbiasa melihat rak-rak buku di rumah sejak kecil, setelah berumah tangga saya ingin punya sebuah ruang yang bisa disebut home library. Alhamdulillah, dua tahun lalu sudah ada ruang yang bisa dipakai untuk menampung rak-rak buku saya yang beranak pinak. Ruang itu berisi lima rak buku yang saya beli secara bertahap, menggantikan rak buku lama saya yang hampir roboh kebanyakan muatan.


Kami sekeluarga menyebutnya perpustakaan. Sampai akhirnya Keisya berinisiatif meminjamkan buku-bukunya pada anak-anak tetangga. Awalnya, dia dan sahabatnya naik sepeda keliling kompleks untuk menawarkan  pinjaman buku. Lalu, dia membuat brosur perpustakaan. Lama kelamaan, dia menata buku-buku itu di teras supaya mudah terlihat. Keisya memberi nama perpustakaan kami Bookaholic Library.