Entah sejak kapan saya mengenal dongeng. Mungkin sejak kecil. Waktu kecil, bapak saya suka bercerita pada saya dan adik saya. Ketika saya berkeluarga dan memiliki anak, tanpa saya sadari, saya mengadopsi kebiasaan mendongeng dari Bapak. Saya mendongeng untuk putri-putri saya mulai dari mereka bayi. Mulanya, saya menceritakan dongeng saya sendiri (alias dongeng yang saya karang spontan). Lalu, saya membacakan cerita dari buku-buku yang telah saya pilih atau dia pilih. Saya masih ingat buku-buku favorit si sulung antara lain buku-buku karangan Mbak Arleen, juga Clara Ng. Saya bisa membacakan buku-buku itu berkali-kali dalam sehari.
Monday, October 5, 2015
Thursday, October 1, 2015
[Proses Kreatif] Princess Ramlah dan Princess Salamah
Menulis kisah princess islami bagi saya adalah pengalaman baru. Sebelumnya saya belum pernah menulis pictorial book bertema yang satu ini. Tetapi, melihat temanya yang oke, rasanya sayang kalau melewatkan kesempatan. Apalagi setelah saya tahu bahwa saya tak sendiri. Ada beberapa teman penulis yang juga mendapatkan kesempatan menulis seri ini, yaitu Mbak Shinta Handiri, Ryu Tri dan Bonita Irfanti. Artinya, di dalam seri ini nantinya ada banyak judul. Bagi saya, semakin banyak teman bukan nambah saingan, tetapi justru kami bisa sama-sama mempromosikan buku ini.
Wednesday, September 23, 2015
Empat Tips Menyiasati Turunnya Semangat Menulis Bagi Penulis
Sebagai penulis, saya tidak hanya mengalami hal-hal menyenangkan seperti buku terbit, mendapat royalti, mendapat apresiasi dari pembaca dan lain sebagainya. Sebenarnya, ada banyak hal lain yang tidak menyenangkan. Misalnya, naskah ditolak penerbit, royalti yang di bawah ekspektasi atau diransfer tak sesuai jadwal, dikritik pedas oleh pembaca (note: penulis juga manusia, bisa menerima kritik jika disampaikan dengan cara yang santun), dan masih banyak lagi yang lainnya. Jujur saja, saat berada dalam keadaan seperti ini sangat manusiawi jika merasa terpuruk dan galau. Mau nangis, mau marah, mau teriak boleh saja. Tetapi jika mau menyerah dan berhenti menulis, pikirlah sejuta kali dahulu. Kenapa? Karena kita nggak akan tahu rasanya berhasil kalau kita menyerah.
Bagaimana caranya supaya bisa move on dari kondisi terpuruk ini? Berikut ini beberapa tips yang sering saya lakukan.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)