Thursday, April 7, 2016

[Resensi Buku] 13 Pelangi Cinta

Judul      : 13 Pelangi Cinta
Penulis    : Yessy Yanita Sari
Penerbit  : Gema Insani
Cetakan  : 1, tahun 2016





Muridku, engkaulah ladang belajarku. Darimu kuarungi lautan ilmu. Darimu kuketahui arti cinta yang tak palsu. Darimu limpahan berkah memayungi hariku.-halaman 13

Pernahkan membayangkan bagaimana rasanya menjadi guru untuk anak-anak berkebutuhan khusus? Buku 13 Pelangi Cinta menjawab pertanyaan tersebut. Ditulis dengan bahasa yang ringan dan renyah oleh Bunda Yes (demikian saya biasa memanggilnya, kami bertemu beberapa tahun lalu saat putri sulung saya bersekolah di tempatnya bekerja), buku ini menggambarkan kejadian yang terjadi saat guru dan murid-murid spesial berinteraksi. Rupanya, pengalaman berinteraksi dengan anak-anak berkebutuhan khusus selama bertahun-tahun ini sangat berkesan sehingga Bunda Yes ingin membagikannya.

Membaca buku ini membuat saya pelan-pelan memahami bahwa yang disebut anak-anak berkebutuhan khusus bukan hanya sebatas autis maupun hiperaktif. Anak-anak berkebutuhan khusus ini banyak sekali ragamnya. Beberapa yang dibahas di buku ini antara lain, speech delay, indigo, learning disabilities, cerebral palsy, dan masih banyak yang lainnya. Penanganan masing-masing berbeda. Hanya saja, perlu kesabaran untuk berhadapan dengan anak-anak ini. Dan tentu saja, ini tak mudah bagi seorang guru maupun orangtua.

Yang menarik dari buku ini buat saya adalah, pertama, setiap cerita selalu disertai quote yang menarik untuk direnungkan. Quote ini menjadi pembuka sekaligus pengantar bagi pembaca untuk menarik perhatian pembaca. Saya pribadi pernah menerapkan di dalam buku-buku saya (misalnya Superhandbook for Superteen).

Kedua, tips di akhir cerita untuk guru dan orangtua merupakan poin plus di mata saya karena, ini bisa dipraktikkkan oleh orangtua maupun guru saat berinteraksi dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Tidak jarang saya menemukan buku-buku serupa tanpa tips. Menurut saya, tidak ada salahnya memberikan tips untuk pembaca. Justru ini bisa bermanfaat untuk pembaca, karena setelahnya ada sesuatu yang riil untuk dilakukan.

Ketiga, cara bertutur dalam menulis yang dipakai Bunda Yes merupakan ciri khas kisah inspiratif,. Seperti halnya cerita-cerita dalam Seri Chicken Soup for the Soul, yang ringan, renyah dan enak dibaca dari awal hingga akhir. Walaupun begitu, banyak hikmah yang bisa diambil oleh pembaca dari jenis tulisan seperti ini. Saya sering terhanyut dan merenung lama setelah membaca kisah-kisah inspiratif, tak terkecuali saat membaca buku ini.

Di sisi lain, jika boleh memberi masukan, jika kelak apabila buku ini cetak ulang, ada baiknya dilakuakn sedikit revisi. Revisi yang saya maksud terkait sudut pandang yang digunakan dalam buku ini. Setiap cerita menggunakan tokoh yang berbeda, sementara pembaca tahu bahwa buku ini ditulis oleh satu orang. Maka rasanya menjadi sedikit membingungkan saat tokoh bertutur mengajar di sekolah A pada sebuah cerita, sedangkan pada cerita lainnya digambarkan berbeda.

Terlepas dari kekurangannya, saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Tidak hanya untuk guru, tetapi juga orangtua. Untuk saya sendiri, buku ini bermanfaat sebagai bekal mengajar. Ada 1-2 murid berkebutuhan khusus dalam kelas menulis yang saya bimbing, dan seringkali, saya masih mengira-ngira cara memperlakukan mereka. Seperti halnya saat si kembar (putri saya) didiagnosis mengalami speech delayed beberapa tahun lalu. Saya kira, membaca buku ini akan sedikit mencerahkan dan menghangatkan hati. Paling tidak, kita tak merasa sendirian. Ada banyak orangtua yang mengalami hal yang sama di luar sana. [Fita Chakra]







3 comments :

  1. fita, membaca review ini bunda jadi kepingin punya bukunya, trus nanti belajar bagaimana mereview sebuah buku. Kan contohnya sudah ada nih di postingan fita. Bunda mau mencoba mulai rajin membaca dan mereview bukunya. Alhamdulillah, bunda sudah berada di sini.

    ReplyDelete
  2. wah...
    kayakny bukunya keren juga yah, jadi penasaran nih pengin baca...
    terima kasih nih mba resensinya...
    salam kenal

    ReplyDelete
  3. MASYAllah.... SEMOGA PERHATIAN BUNDA KE KAUM BERKEBUTUHAN KHUSUS mendapat perhatian Allah sebagai amal yang berat timbangannya :)

    ReplyDelete