Dimuat di Majalah Girls Tahun 2010. Idenya saya peroleh dari Keisya yang jidatnya luka waktu main. :)
Gara-gara dahinya terantuk batu saat
berlari-lari di halaman, Arya harus rela mendapatkan beberapa jahitan di
dahinya. Dokter mengatakan dia baru boleh masuk sekolah paling cepat tiga hari
lagi. Padahal besok Arya akan tampil untuk pentas seni di sekolah.
“Lebih
baik Arya istirahat dulu di rumah minimal tiga hari,” saran dokter itu.
Arya
sudah merengek-rengek pada Ayah agar diijinkan masuk sekolah besok. Tetapi
jawaban Ayah tegas. Sekali tidak tetap tidak. Kali ini dia mencoba membujuk
Ibu.
“Bu,
besok Arya masuk sekolah ya? Kalau tidak nanti peran Arya digantikan orang
lain.”
Ibu
menggeleng tanpa banyak bicara. Arya terdiam. Dia kecewa karena besok dia tidak
bisa tampil di acara pentas seni di sekolah. Padahal dia sudah rajin berlatih
beberapa minggu belakangan. Ini kesempatan besar yang sudah ditunggu-tunggunya.
Dia ingin membuktikan bahwa dia bisa berakting. Lagipula dia berperan sebagai
peran utama. Baru kali ini dia diminta menjadi seorang Pangeran yang
menyelamatkan Putri. Arya sudah membayangkan betapa kerennya menjadi seorang
Pangeran! Gara-gara ceroboh, dia tidak bisa naik pentas! Arya menggerutu pada
dirinya sendiri.