Tuesday, May 15, 2012

Sepatu Persahabatan


Aku mengucek-ucek mata ketika melihat sekolah baruku.
“Ini sekolahku, Bu?” aku menatap Ibu, tak percaya.
Ibu mengangguk mantap.
“Benar. Sekolah ini sekolah terbaik,” jawab Ibu.
Bangunan sekolah itu retak-retak di segala sudut. Lantainya bahkan beralaskan bergelombang tak rata. Ruang kelasnya gelap, kotor lantainya oleh tanah becek yang terbawa kaki-kaki kecil para murid, dan bangkunya yang memanjang sebagian besar berisi tiga orang murid yang duduk berdesakan. Bagaimana mungkin ini sekolah terbaik?
“Ibu harap kamu senang sekolah di sini,” kata Ibu lembut namun tegas, membuatku tak kuasa berkata yang sebenarnya.
Ketika lonceng berbunyi, murid-murid seolah dimuntahkan keluar dari ruang kelas mereka. Ada seorang gadis yang nampak menarik perhatianku. Bukan karena dia terlihat lebih rapi atau cantik. Tapi karena dia nampak aneh.

Wednesday, April 25, 2012

(Artikel Wisata) Keliling Bangkok di Leisure, Republika

Artikel tentang Bangkok ini saya buat beberapa saat setelah saya pulang dari negeri tersebut. Alhamdulillah, nggak lama setelah saya kirim ke redaksi dimuat. 


Ketentuan penulisannya:
- Panjang tulisan 7500-11000 karakter
- Sertakan foto minimal 7, maksimal tidak dibatasi.
- Tuliskan apa yang bisa dilihat, dirasakan dan dinikmati. Sertakan tips perjalanan dan anggaran.
- Kirim ke leisure@rol.republika.co.id.

Thursday, April 19, 2012

(Workshop) Minggu yang Menakjubkan Bersama Anak-anak Panti Asuhan


Minggu, 15 April 2012 menjadi salah satu pengalaman yang tak terlupakan bagi saya. Hari itu saya dan Ratih Soe mewakili GKA (Galeri Kelas Ajaib) mengawal pelatihan menulis untuk anak-anak di Panti Asuhan Muslimin. Pelatihan yang diprakarsai oleh kampus PPM Manajeman ini sudah berjalan lima pekan dengan trainer berganti setiap pekan. 

Hari itu saya sengaja mengenakan high heels seperti yang disarankan oleh seminar pembicara public speaking yang pernah saya ikuti. Sebenarnya, sehari-hari saya lebih nyaman mengenakan sepatu tanpa hak. Tapi ternyata benar yang dikatakan pembicara public speaking itu, mengenakan high heels bisa mendorong rasa percaya diri, selain membuat tubuh saya yang mungil jadi terlihat lebih tinggi tentunya hehehe
Baru mulai beberapa saat, kami kedatangan tamu. Kak Seto Mulyadi datang mengunjungi sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini. Nggak mau menyiakan kesempatan, kami berbincang sejenak. Beliau berharap lain waktu trainer dari GKA mau memberikan pelatihan serupa untuk komunitas yang dibimbingnya.