Wednesday, February 10, 2016

Berkunjung ke Museum Kereta Api di Ambarawa

Kebetulan saat pulang kampung kemarin, anak-anak diajak opanya jalan-jalan. Sempet bingung mau ke mana, karena hampir semua tempat di Semarang sudah pernah dikunjungi anak-anak. Akhirnya, Opa mengusulkan ke luar Semarang. Pilihan jatuh ke Ambarawa. Perjalanan Semarang-Ambarawa cukup dekat. Setidaknya begitulah menurutku. Jalanan juga relatif lancar. Apalagi kami melewati tol. Kira-kira 1-1,5 jam perjalanan mengendarai mobil.



Ada apa di Ambarawa? Awalnya, kami berencana pergi ke Rawa Pening lalu makan siang di sana. Tetapi, ternyata anak-anak lebih antusias saat diberikan pilihan lain, yaitu melihat kereta api. Ya, di Ambarawa ada Museum Kereta Api. Kebetulan, si kembar belum pernah naik kereta api. Kalau naik KRL sih sering ya.



Sengaja, kami berangkat pagi-pagi, dengan harapan bisa naik kereta api kuno. Sayangnya, ternyata kami terlambat. Sampai di sana, tiket kereta sudah habis. Memang sih, kereta tersebut hanya muat 40 orang (menurut informasi petugas). Keberangkatannya pun hanya 3 kali dalam sehari, yaitu pukul 10.00, 12.00, dan 14.00. Waktu kami datang, sebetulnya belum pukul 10.00. Kami ditawari membeli tiket pukul 12.00. Tetapi, mengingat pukul 12.00 anak-anak sudah waktunya makan siang, kami memutuskan tidak membelinya.


Kami pun memilih melihat-lihat museum saja. Tiket masuk museum cukup terjangkau. Rp 10.000,00 untuk dewasa dan Rp 5.000,00 untuk anak-anak. Begitu masuk, pengunjung bisa melihat-lihat sejarah kereta api di Indonesia. Menarik juga sih, anak-anak jadi tahu asal mula kereta api di Indonesia.

Setelah membaca sejarah kereta api, kami melihat-lihat kereta. Ada beberapa kereta api yang ada di sana. Pengunjung bisa melihat tiap gerbongnya. Anak-anak sempat terheran-heran melihat tempat bahan bakar kereta api. Mereka baru tahu ternyata bahan bakarnya bukan minyak, melainkan batu bara.






Setelah puas berfoto dan melihat-lihat gerbongnya, kami pun menanti kereta api yang mengangkut pengunjung. Cuma pingin tahu  seperti apa penampakannya. Dan benar saja, ternyata penumpangnya penuh. Mungkin lain kali kami akan datang lagi lebih pagi supaya bisa naik keretanya.

Oya, berikut ini sedikit tips jika ingin berkunjung ke sana dari saya: 
  • Pakailah pakaian yang nyaman karena udara cukup panas. 
  • Bawalah bekal. Di sana, ada penjual makanan, tetapi pilihannya terbatas, dan saya sendiri kurang nyaman membeli jajanan di pinggir jalan untuk anak-anak. Saya sendiri membawa camilan biskuit saat itu.
  • Perhatikan keselamatan saat berfoto di pinggir rel kereta. Jika peluit berbunyi, segeralah menyingkir. Ada beberapa pengunjung yang berfoto di rel kereta. Memang ini spot yang bagus untuk mengambil foto. Tetapi berhati-hatilah. 
  • Jika ingin menaiki kereta, datanglah lebih awal, minimal 1,5 jam sebelum kereta berangkat supaya tidak kehabisan tiket. Pastikan anak-anak dalam keadaan kenyang karena kereta akan berkeliling sekitar 1,5 jam perjalanan (Ambarawa-Bedono pp, menempuh perjalanan sekitar 35 km). 

Nah, di bawah ini saya cantumkan alamatnya. Have a nice trip!

Museum Kereta Api Ambarawa
Jl. Stasiun No. 1, Ambarawa, Jawa Tengah.
Buka pukul 08.00-16.00







10 comments :

  1. sayang banget gak sempat nyobain naik keretanay ya

    ReplyDelete
  2. museumnya asyik yaaa..dan anak-anak pasti suka keliling dengan kereta api :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Jalan-jalan pakai kereta kuno pasti beda rasanya :)

      Delete
  3. weleh waktu ke ambarawa kemarin kok ya aku gak mampir ya mbak, padahal bisa sekalian

    ReplyDelete
  4. wah asik bgt ya..anak2 pasti senang sekali..gak kesampaian kesini lagi waktu lebaran tahun kemarin

    ReplyDelete
  5. Aku belum pernah kesini. Ternyata bisa dinaiki ya, kirain harus sewa berombongan.

    ReplyDelete
  6. nah di tempat ini kalo nggak salah ada juga rel untuk lokomotif dengan roda bergerigi ya ? :)

    ReplyDelete